Tampilkan postingan dengan label KJD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KJD. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Februari 2020

Modul 2.3 IP Address (Komputer & Jaringan Dasar)

IP  Address  adalah  alamat  identifikasi  komputer/host  yang  berada  didalam  jaringan.  Dengan  adanya  IP  address  maka  data  yang  dikirimkan  oleh  host/komputer  pengirim  dapat  dikirimkan  lewat  protokol  TCP/IP  hingga  sampai  ke host/komputer  yang  dituju.  Setiap  komputer/host  memiliki  IP  address  yang  unik  sehingga  dua  komputer/host  yang  berbeda  tidak  boleh  memiliki  IP  address  yang  sama  dalam  satu  jaringan.

IP Address (internet protocol address) merupakan deretan angka biner antara 32 bit sampai dengan 128 bit yang digunakan sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan internet. Angka 32 bit digunakan untuk alamat IP Address versi IPv4 dan angka 128 bit digunakan untuk IP Address versi IPv6 untuk menunjukkan alamat dari komputer pada jaringan internet berbasis TCP/IP.

IP Address tersebut memiliki identitas numerik yang akan dilabelkan kepada suatu device seperti komputer, router atau printer yang terdapat dalam suatu jaringan komputer yang menggunakan internet protocol sebagai sarana komunikasi.


Apa Fungsi IP Address???
1. IP Address digunakan sebagai alat identifikasi host atau antarmuka pada jaringan
Fungsi ini diilustrasikan seperti nama orang sebagai suatu metode untuk mengenali siapa orang tersebut. Dalam jaringan komputer pun berlaku hal yang sama yaitu alamat IP Address yang unik tersebut akan digunakan untuk mengenali sebuah komputer atau device pada jaringan.

2. IP Address digunakan sebagai alamat lokasi jaringan
Fungsi ini diilustrasikan seperti alamat rumah kita yang menunjukkan lokasi kita berada. Untuk memudahkan pengiriman paket data, maka IP Address memuat informasi keberadaannya. Ada rute yang harus dilalui agar data dapat sampai ke komputer yang dituju.

Jenis IP Address
A. IP versi 4 (IPv4)
Alamat IP versi 4 (sering disebut dengan Alamat IPv4) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 4. Panjang  totalnya adalah 32-bit, dan secara teoretis dapat mengalamati hingga 4 miliar host komputer atau lebih tepatnya 4.294.967.296 host di seluruh dunia, jumlah host tersebut didapatkan dari 256 (didapatkan dari 8 bit) dipangkat 4 (karena terdapat 4 oktet) sehingga nilai maksimal dari alamat IP versi 4 tersebut adalah 255.255.255.255 di mana nilai dihitung dari nol sehingga nilai-nilai host yang dapat ditampung adalah 256 × 256 × 256 × 256 = 4.294.967.296 host, bila host yang ada di seluruh dunia melebihi kuota tersebut maka dibuatlah IP versi 6 atau IPv6. Contoh alamat IP versi 4 adalah 192.168.1.128.

B. IP versi 6 (IPv6)

IPv6 diciptakan untuk menjawab kekhawatiran akan kemampuan IPv4 yang hanya menggunakan 32 bit untuk menampung IP Address di seluruh dunia, semakin banyaknya pengguna jaringan internet dari hari ke hari di seluruh dunia IPv4 dinilai suatu saat akan mencapai batas maksimum yang dapat ditampungnya, untuk itulah IPv6 versi 128 bit diciptakan. Dengan kemampuanya yang jauh lebih besar dari IPv4 dinilai akan mampu menyediakan IP Address pada seluruh pengguna jaringan internet di seluruh dunia yang semakin hari semakin banyak.

Internet protocol versi 6 atau IPv6 ini terdiri dari 128 bit. IP ini 4 kali dari IPv4, tetapi jumlah host yang bisa ditampung bukan 4 kali dari 4.294.967.296 melainkan 4.294.967.296 pangkat 4, jadi hasilnya 340.282.366.920.938.463.463.374.607.431.768.211.456.


Alamat IP versi 4 umumnya diekspresikan dalam notasi desimal bertitik (dotted-decimal notation), yang dibagi ke dalam empat buah oktet berukuran 8-bit. Dalam beberapa buku referensi, format bentuknya adalah w.x.y.z. Karena setiap oktet berukuran 8-bit, maka nilainya berkisar antara 0 hingga 255 (meskipun begitu, terdapat beberapa pengecualian nilai).

Alamat IP yang dimiliki oleh sebuah host dapat dibagi dengan menggunakan subnet mask jaringan ke dalam dua buah bagian, yakni:

1. Network Identifier/NetID atau Network Address (alamat jaringan) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat jaringan di mana host berada.

Dalam banyak kasus, sebuah alamat network identifier adalah sama dengan segmen jaringan fisik dengan batasan yang dibuat dan didefinisikan oleh router IP. Meskipun demikian, ada beberapa kasus di mana beberapa jaringan logis terdapat di dalam sebuah segmen jaringan fisik yang sama dengan menggunakan sebuah praktik yang disebut sebagai multinetting. Semua sistem di dalam sebuah jaringan fisik yang sama harus memiliki alamat network identifier yang sama. Network identifier juga harus bersifat unik dalam sebuah Internetwork. Jika semua node di dalam jaringan logis yang sama tidak dikonfigurasikan dengan menggunakan network identifier yang sama, maka terjadilah masalah yang disebut dengan routing error. Alamat network identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255.

2. Host Identifier/HostID atau Host address (alamat host) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat host (dapat berupa workstation, server atau sistem lainnya yang berbasis teknologi TCP/IP) di dalam jaringan. Nilai host identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255 dan harus bersifat unik di dalam network identifier/segmen jaringan di mana ia berada.

Alamat IPv4 terbagi menjadi beberapa jenis, yakni sebagai berikut:

  1. Alamat Unicast, merupakan alamat IPv4 yang ditentukan untuk sebuah antarmuka jaringan yang dihubungkan ke sebuah Internetwork IP. Alamat unicast digunakan dalam komunikasi point-to-point atau one-to-one.
  2. Alamat Broadcast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh setiap node IP dalam segmen jaringan yang sama. Alamat broadcast digunakan dalam komunikasi one-to-everyone.
  3. Alamat Multicast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh satu atau beberapa node dalam segmen jaringan yang sama atau berbeda. Alamat multicast digunakan dalam komunikasi one-to-many.




Pembagian Kelas IP Address
IP Address versi 4 terdiri atas 4 oktet, nilai 1 oktet adalah 255. Karena ada 4 oktet maka jumlah IP Address yang tersedia adalah 255 x 255 x 255 x 255. IP Address sebanyak ini harus dibagi-bagikan keseluruh pengguna jaringan internet di seluruh dunia. Untuk mempermudah proses pembagiannya, IP Address harus dikelompokan dalam kelas-kelas.

IP Address dikelompokan dalam lima kelas, yaitu kelas A, B, C, D, dan E. Perbedaannya terletak pada ukuran dan jumlah. IP Address kelas A jaringan. IP Address Kelas B digunakan untuk jaringan berukuran besar dan sedang. IP Address Kelas C untuk pembagian jaringan yang banyak, namun masing-masing jaringan memiliki anggota yang sedikit. IP Address Kelas D dan E juga didefinisikan, tetapi tidak digunakan dalam penggunaan normal, kelas D diperuntukan bagi jaringan multicast, dan E untuk Eksperimental.

Pembagian kelas-kelas IP Address didasarkan pada dua hal, yaitu Network ID dan Host ID dari suatu IP Address Setiap IP Address selalu merupakan pasangan network ID (Identitas Jaringan) dan Host ID (Indentitas Host dalam suatu jaringan). Masing-masing komputer atau router di suatu jaringan Host ID nya harus unik dan harus berbeda dengan komputer yang lain.



Kelas-kelas Alamat IP Address
Kelas A

Alamat IP kelas A banyak digunakan untuk jaringan komputer berskala besar. IP Kelas A memiliki jumlah jaringan 126 dan setiap jaringan mampu untuk menampung 16,777,214 host. Dalam alamat IP kelas A Nomor urut bit tertinggi selalu diset dengan nilai Nol ( 0 ) sedangkan untuk tujuh bit berikutnya digunakan untuk pelengkap oktet pertama yang berfungsi untuk network identifier. Sementara untuk tiga oktet terakhir digunakan untuk host identifier. Range IP Address kelas A mulai 1.xxx.xxx.xxx sampai 126.xxx.xxx.xxx.

Format : 0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh (n = Net ID, h = Host ID)

Bit Pertama : 0

Panjang Net ID : 8 bit (1 oktet)

Panjang Host ID : 24 bit (3 oktet)

Oktet pertama : 0 – 127

Range IP Address : 1.xxx.xxx.xxx.sampai 126.xxx.xxx.xxx (0 dan 127 dicadangkan)

Jumlah Network : 126

Jumlah IP Address : 16.777.214

IP kelas A untuk sedikit jaringan dengan host yang sangat banyak. cara membaca IP Address kelas A misalnya 113.46.5.6 ialah Network ID :113, Host ID = 46.5.6


Kelas B
Kelas IP Address yang satu ini digunakan untuk jaringan komputer dengan skala menengah sampai bersar, IP Kelas B menyediakan 16,384 jaringan dan setiap jaringan menampung hingga 65,534 host. Nomor urut pada dua bit pertama dalam oktet pertama selalu diset dengan nilai 10 dalam bilangan biner. Sementara untuk 14 bit berikutnya digunakan untuk melengkapi dua oktet pertama sebagai network identifier. Untuk 16 bit berikutnya ( Dua oktet terakhir ) berfungsi sebagai host identifier. Range IP Address kelas B mulai dari 128.0.xxx.xxx sampai 191.255.xxx.xxx.

Format : 10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh (n = Net ID, h = Host ID)

2 bit pertama : 10

Panjang Net ID : 16 bit (2 oktet)

Panjang Host ID : 16 bit (2 oktet)

Oktet pertama : 128 – 191

Range IP Address : 128.0.0.xxx sampai 191.255.xxx.xxx

Jumlah Network : 16.384

Jumlah IP Address : 65.534

Biasa digunakan untuk jaringan besar dan sedang. dua bit pertama selalu di set 10. 16 bit selanjutnya, network IP kelas B dapat menampung sekitar 65000 host.


Kelas C
Kelas IP Address yang satu ini biasanya digunakan untuk jaringan komputer skala kecil. IP Address kelas C menyediakan 2,097,152 jaringan dan setiap jaringan dapat menampung 254 host. Pada tiga bit pertama pada Oktet pertama selalu bernilai 110 ( dalam bilangan biner ) kemudian 21 bit berikutnya ( tiga oktet pertama ) membentuk network identifier. Kemudian untuk 8 bit berikutnya ( Oktet terakhir ) digunakan untuk host identifier. Range IP Address kelas C mulai dari 192.0.0.xxx sampai 255.255.255.xxx.

Format : 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh (n = Net ID, h = Host ID)

3 bit pertama : 110

Panjang Net ID : 24 bit (3 oktet)

Panjang Host ID : 8 bit (1 oktet)

Oktet pertama : 192 – 223

Range IP Address : 192.0.0.xxx sampai 255.255.255.xxx

Jumlah Network : 2.097.152

Jumlah IP Address : 254

Host ID adalah 8 bit terakhir, dengan IP kelas C, dapat dibentuk sekitar 2 juta network yang masing-masing memiliki 256 IP Address Tiga bit pertama IP Address kelas C selalu berisi 111 dengan 21 bit berikutnya. Host ID ialah 8 bit terakhir.


Kelas D
Kelas Alamat IP ini digunakan untuk IP multicast, empat bit pertama pada oktet pertama bernilai 1110 ( bilangan biner ) dan sekaligus sebagai network identifier. Kemudian 28 bit betikutnya digunakan untuk host identifier. Range IP kelas D mulai dari 224.0.0.0 sampai 239.255.255.255.

Format : 1110mmmm.mmmmmmmm.mmmmmmmm.mmmmmmmm

4 Bit pertama : 1110

Bit multicast : 28 bit

Byte Inisial : 224-247

Deskripsi : Kelas D adalah ruang alamat multicast

Kelas ini digunakan untuk keperluan Multicasting. 4 bit pertama 1110, bit-bit berikutnya diatur sesuai keperluan multicast group yang menggunakan IP Address ini. Dalam multicasting tidak dikenal network bit dan host bit.


Kelas E
IP Address kelas E digunakan untuk eksperimen. empat bit pertama pada oktet pertama kelas IP Address ini diset dengan nilai 1111 bilangan biner dan sekaligus sebagai network identifier . Kemudian untuk 28 bit berikutnya digunakan untuk host identifier. Range IP kelas E mulai dari 240.0.0.0 sampai 254.255.255.255.

Format : 1111rrr.rrrrrrrr.rrrrrrrr.rrrrrrrr

4 bit pertama : 1111

Bit cadangan : 28 bit

Byte inisial : 248-255

Deskripsi : Kelas E adalah ruang alamat yang dicadangkan untuk keperluan eksperimental.


Catatan: Penggunaan kelas alamat IP sekarang tidak relevan lagi, mengingat sekarang alamat IP sudah tidak menggunakan kelas alamat lagi. Pengembang otoritas Internet telah melihat dengan jelas bahwa alamat yang dibagi ke dalam kelas-kelas seperti di atas sudah tidak mencukupi kebutuhan yang ada saat ini, di saat penggunaan Internet yang semakin meluas. Alamat IPv6 yang baru sekarang tidak menggunakan kelas-kelas seperti alamat IPv4. Alamat yang dibuat tanpa memedulikan kelas disebut juga dengan classless address.

Alamat Unicast
Setiap antarmuka jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP harus diidentifikasikan dengan menggunakan sebuah alamat logis yang unik, yang disebut dengan alamat unicast (unicast address). Alamat unicast disebut sebagai alamat logis karena alamat ini merupakan alamat yang diterapkan pada lapisan jaringan dalam DARPA Reference Model dan tidak memiliki relasi yang langsung dengan alamat yang digunakan pada lapisan antarmuka jaringan dalam DARPA Reference Model. Sebagai contoh, alamat unicast dapat ditetapkan ke sebuah host dengan antarmuka jaringan dengan teknologi Ethernet, yang memiliki alamat MAC sepanjang 48-bit.

Alamat unicast inilah yang harus digunakan oleh semua host TCP/IP agar dapat saling terhubung. Komponen alamat ini terbagi menjadi dua jenis, yakni alamat host (host identifier) dan alamat jaringan (network identifier).

Alamat unicast menggunakan kelas A, B, dan C dari kelas-kelas alamat IP yang telah disebutkan sebelumnya, sehingga ruang alamatnya adalah dari 1.x.y.z hingga 223.x.y.z. Sebuah alamat unicast dibedakan dengan alamat lainnya dengan menggunakan skema subnet mask.

Jenis-jenis alamat unicast
Jika ada sebuah intranet tidak yang terkoneksi ke Internet, semua alamat IP dalam ruangan kelas alamat unicast dapat digunakan. Jika koneksi dilakukan secara langsung (dengan menggunakan teknik routing) atau secara tidak langsung (dengan menggunakan proxy server), maka ada dua jenis alamat yang dapat digunakan di dalam Internet, yaitu public address (alamat publik) dan private address (alamat pribadi).

Alamat publik
alamat publik adalah alamat-alamat yang telah ditetapkan oleh InterNIC dan berisi beberapa buah network identifier yang telah dijamin unik (artinya, tidak ada dua host yang menggunakan alamat yang sama) jika intranet tersebut telah terhubung ke Internet.

Ketika beberapa alamat publik telah ditetapkan, maka beberapa rute dapat diprogram ke dalam sebuah router sehingga lalu lintas data yang menuju alamat publik tersebut dapat mencapai lokasinya. Di Internet, lalu lintas ke sebuah alamat publik tujuan dapat dicapai, selama masih terkoneksi dengan Internet.

Alamat ilegal
Intranet-intranet pribadi yang tidak memiliki kemauan untuk mengoneksikan intranetnya ke Internet dapat memilih alamat apapun yang mereka mau, meskipun menggunakan alamat publik yang telah ditetapkan oleh InterNIC. Jika sebuah organisasi selanjutnya memutuskan untuk menghubungkan intranetnya ke Internet, skema alamat yang digunakannya mungkin dapat mengandung alamat-alamat yang mungkin telah ditetapkan oleh InterNIC atau organisasi lainnya. Alamat-alamat tersebut dapat menjadi konflik antara satu dan lainnya, sehingga disebut juga dengan illegal address, yang tidak dapat dihubungi oleh host lainnya.

Alamat Privat
Setiap node IP membutuhkan sebuah alamat IP yang secara global unik terhadap Internetwork IP. Pada kasus Internet, setiap node di dalam sebuah jaringan yang terhubung ke Internet akan membutuhkan sebuah alamat yang unik secara global terhadap Internet. Karena perkembangan Internet yang sangat amat pesat, organisasi-organisasi yang menghubungkan intranet miliknya ke Internet membutuhkan sebuah alamat publik untuk setiap node di dalam intranet miliknya tersebut. Tentu saja, hal ini akan membutuhkan sebuah alamat publik yang unik secara global.

Ketika menganalisis kebutuhan pengalamatan yang dibutuhkan oleh sebuah organisasi, para desainer Internet memiliki pemikiran yaitu bagi kebanyakan organisasi, kebanyakan host di dalam intranet organisasi tersebut tidak harus terhubung secara langsung ke Internet. Host-host yang membutuhkan sekumpulan layanan Internet, seperti halnya akses terhadap web atau e-mail, biasanya mengakses layanan Internet tersebut melalui gateway yang berjalan di atas lapisan aplikasi seperti proxy server atau e-mail server. Hasilnya, kebanyakan organisasi hanya membutuhkan alamat publik dalam jumlah sedikit saja yang nantinya digunakan oleh node-node tersebut (hanya untuk proxy, router, firewall, atau translator alamat jaringan) yang terhubung secara langsung ke Internet.

Untuk host-host di dalam sebuah organisasi yang tidak membutuhkan akses langsung ke Internet, alamat-alamat IP yang bukan duplikat dari alamat publik yang telah ditetapkan mutlak dibutuhkan. Untuk mengatasi masalah pengalamatan ini, para desainer Internet mereservasikan sebagian ruangan alamat IP dan menyebut bagian tersebut sebagai ruangan alamat pribadi. Sebuah alamat IP yang berada di dalam ruangan alamat pribadi tidak akan digunakan sebagai sebuah alamat publik. Alamat IP yang berada di dalam ruangan alamat pribadi dikenal juga dengan alamat pribadi atau Private Address. Karena di antara ruangan alamat publik dan ruangan alamat pribadi tidak saling melakukan overlapping, maka alamat pribadi tidak akan menduplikasi alamat publik, dan tidak pula sebaliknya. Sebuah jaringan yang menggunakan alamat IP privat disebut juga dengan jaringan privat atau private network.

Ruangan alamat pribadi yang ditentukan di dalam RFC 1918 didefinisikan di dalam tiga blok alamat berikut:

  • 10.0.0.0/8
  • 172.16.0.0/12
  • 192.168.0.0/16

Sementara itu ada juga sebuah ruang alamat yang digunakan untuk alamat IP privat dalam beberapa sistem operasi:

  • 169.254.0.0/16

10.0.0.0/8
Jaringan pribadi (private network) 10.0.0.0/8 merupakan sebuah network identifier kelas A yang mengizinkan alamat IP yang valid dari 10.0.0.1 hingga 10.255.255.254. Jaringan pribadi 10.0.0.0/8 memiliki 24 bit host yang dapat digunakan untuk skema subnetting di dalam sebuah organisasi privat.

172.16.0.0/12
Jaringan pribadi 172.16.0.0/12 dapat diinterpretasikan sebagai sebuah block dari 16 network identifier kelas B atau sebagai sebuah ruangan alamat yang memiliki 20 bit yang dapat ditetapkan sebagai host identifier, yang dapat digunakan dengan menggunakan skema subnetting di dalam sebuah organisasi privat. Alamat jaringan privat 172.16.0.0/12 mengizinkan alamat-alamat IP yang valid dari 172.16.0.1 hingga 172.31.255.254.

192.168.0.0/16
Jaringan pribadi 192.168.0.0/16 dapat diinterpretasikan sebagai sebuah block dari 256 network identifier kelas C atau sebagai sebuah ruangan alamat yang memiliki 16 bit yang dapat ditetapkan sebagai host identifier yang dapat digunakan dengan menggunakan skema subnetting apapun di dalam sebuah organisasi privat. Alamat jaringan privat 192.168.0.0/16 dapat mendukung alamat-alamat IP yang valid dari 192.168.0.1 hingga 192.168.255.254.

169.254.0.0/16
Alamat jaringan ini dapat digunakan sebagai alamat privat karena memang IANA mengalokasikan untuk tidak menggunakannya. Alamat IP yang mungkin dalam ruang alamat ini adalah 169.254.0.1 hingga 169.254.255.254, dengan alamat subnet mask 255.255.0.0. Alamat ini digunakan sebagai alamat IP privat otomatis (dalam Windows, disebut dengan Automatic Private Internet Protocol Addressing (APIPA)).

Hasil dari penggunaan alamat-alamat privat ini oleh banyak organisasi adalah menghindari kehabisan dari alamat publik, mengingat pertumbuhan Internet yang sangat pesat.

Alamat Multicast
Alamat IP Multicast (Multicast IP Address) adalah alamat yang digunakan untuk menyampaikan satu paket kepada banyak penerima. Dalam sebuah intranet yang memiliki alamat multicast IPv4, sebuah paket yang ditujukan ke sebuah alamat multicast akan diteruskan oleh router ke subjaringan di mana terdapat host-host yang sedang berada dalam kondisi "listening" terhadap lalu lintas jaringan yang dikirimkan ke alamat multicast tersebut. Dengan cara ini, alamat multicast pun menjadi cara yang efisien untuk mengirimkan paket data dari satu sumber ke beberapa tujuan untuk beberapa jenis komunikasi. Alamat multicast didefinisikan dalam RFC 1112.

Alamat-alamat multicast IPv4 didefinisikan dalam ruang alamat kelas D, yakni 224.0.0.0/4, yang berkisar dari 224.0.0.0 hingga 224.255.255.255. Prefiks alamat 224.0.0.0/24 (dari alamat 224.0.0.0 hingga 224.0.0.255) tidak dapat digunakan karena dicadangkan untuk digunakan oleh lalu lintas multicast dalam subnet lokal.

Daftar alamat multicast yang ditetapkan oleh IANA dapat dilihat pada situs IANA.

Alamat Broadcast
Alamat broadcast untuk IP versi 4 digunakan untuk menyampaikan paket-paket data "satu-untuk-semua". Jika sebuah host pengirim yang hendak mengirimkan paket data dengan tujuan alamat broadcast, maka semua node yang terdapat di dalam segmen jaringan tersebut akan menerima paket tersebut dan memprosesnya. Berbeda dengan alamat IP unicast atau alamat IP multicast, alamat IP broadcast hanya dapat digunakan sebagai alamat tujuan saja, sehingga tidak dapat digunakan sebagai alamat sumber.

Ada empat buah jenis alamat IP broadcast, yakni network broadcast, subnet broadcast, all-subnets-directed broadcast, dan Limited Broadcast. Untuk setiap jenis alamat broadcast tersebut, paket IP broadcast akan dialamatkan kepada lapisan antarmuka jaringan dengan menggunakan alamat broadcast yang dimiliki oleh teknologi antarmuka jaringan yang digunakan. Sebagai contoh, untuk jaringan Ethernet dan Token Ring, semua paket broadcast IP akan dikirimkan ke alamat broadcast Ethernet dan Token Ring, yakni 0xFF-FF-FF-FF-FF-FF.


Sumber : Internet

Senin, 20 Januari 2020

Ringkasan Materi 2.1 DASAR JARINGAN

1. Pengertian  Jaringan  Komputer
Jaringan  komputer  adalah  sebuah  sistem  yang  terdiri  atas  komputer-komputer  yang  dirancang  untuk  dapat  berbagi  sumber  daya,  berkomunikasi,  dan  dapat  mengakses  informasi.  Dalam  peranannya  jaringan  komputer  berfungsi  sebagai  pemberi  layanan  agar  mendapatkan  sebuah  tujuan  yang  di  inginkan.  Pihak  yang  menerima  atau  meminta  layanan  disebut  client,  sedangkan  pihak  penyedia  atau  memberikan  layanan  disebut  server.  Dalam  pengertian  jaringan  komputer  terbagi  dalam  beberapa  jenis  sesuai  dengan  masing-masing  fungsinya.

2. Jenis-Jenis Jaringan
2.1 Jaringan  Berdasarkan  Hubungan  Fungsional
2.1.1 Jaringan  Peer  to  Peer
Kedudukan  setiap  komputer  yang  terhubung  dalam  jaringan  adalah  sama.  Tidak ada komputer  yang  menjadi  pelayan  utama  (server).  Sehingga  semua  komputer dalam  jaringan dapat  saling  berkomunikasi  dan  berbagi  penggunaan  perangkat keras  dan  perangkat  lunak.

2.1.2 Jaringan  Client  Server
Pada  jaringan  client-server  terdapat  sebuah  komputer  yang  mengatur  semua  fasilitas  yang tersedia  dalam  jaringan  komputer,  seperti  komunikasi,  penggunaan  bersama  perangkat keras  dan  perangkat  lunak  serta  mengontrol  jaringan.  Komputer  ini  dinamakan  server. Semua  komputer  lain  selain  server  disebut  client.


3. Jaringan  Berdasarkan  Area  Jaringan
3.1 Local  Area  Network  (LAN)
LAN  adalah  singkatan  dari  lokal  area  network.  Jenis  jaringan  LAN  ini  sangat  sering  kita  temui  di  warnet-warnet,  kampus,  sekolah  ataupun  perkantoran  yang  membutuhkan  hubungan  atau  koneksi  antara  dua  komputer  atau  lebih  dalam  suatu  ruangan.

3.2 Metropolitan  Area  Network  (MAN)
MAN  singkatan  dari  metropolitan  area  network.  Jenis  jaringan  komputer  MAN  ini  adalah  suatu  jaringan  komputer  dalam  suatu  kota  dengan  transfer  data  berkecepatan  tinggi  yang  menghubungkan  suatu  lokasi  seperti  sekolah,  kampus, perkantoran  dan  pemerintahan.  Sebenarnya  jaringan  MAN  ini  adalah  gabungan dari  beberapa  jaringan  LAN.  Jangkauan  dari  jaringan  MAN  ini  bisa  mencapai  10 -50  kilo  meter
3.3 Wide  Area  Network  (WAN)
WAN  singkatan  dari  wide  area  network.  WAN  adalah  jenis  jaringan  komputer yang  mencakup  area  yang  cukup  besar.  Contohnya  adalah  jaringan  yang  menghubungkan  suatu  wilayah  atau  suatu  negara  dengan  negara  lainnya.


4. Jaringan  Berdasarkan  Metode  Koneksinya
4.1 Jaringan  Berkabel
Jaringan  yang  menggunakan  kabel  untuk menghubungkan  anggota-anggota Jaringan.
4.2 Jaringan  Nirkabel
Jaringan  yang  menggunakan  gelombang  radio  untuk  koneksi  antara anggota  jaringan.



MODUL 2.2 : KOMPUTER DAN JARINGAN DASAR ( TOPOLOGI DAN MEDIA JARINGAN KOMPUTER)

5. Topologi  Jaringan  Komputer
Topologi  jaringan  komputer  merupakan  diagram  yang  mewakili  cara  komputer  terhubung  dalam  jaringan.  Berikut  merupakan  macam-macam  topologi  jaringan  komputer,  yaitu  :


5.1 Star  Topology  (Topologi  Bintang)
Star  Topology  (Topologi  Bintang)  merupakan  sekumpulan  komputer  yang dihubungkan  dengan  komputer  yang  berada  pada  pusat  konfigurasi  yang  berbentuk bintang  yang  berperan  sebagai  pengontrol  komunikasi  dan  memberikan  layanan komputer  lain.

Keuntungan  Topologi  Star :
·  Paling  fleksibel.
·  Pemasangan/Perubahan  stasiun  sangat  mudah  dan  tidak  mengganggu bagian  jaringan lain
·  Kontrol  terpusat.
·  Kemudahan  deteksi  dan  isolasi  kesalahan/kerusakan  pengelolaan jaringan.

Kekurangan  Topologi  Star  :
·  Boros.
·  Perlu  penanganan  khusus.
·  Kontrol  terpusat  (HUB)  jadi  elemen  kritis.

5.2 Ring  Topology  (Topologi  Cincin)
Ring  Topology  (Topologi  Cincin)  merupakan  sekelompok  komputer  yang  saling terhubung  dan  membentuk  konfigurasi  cincin,  dimana  salah  satu  berperan  sebagai  server.


Keuntungan  Topology  Ring  :
·  Tidak  terjadinya  collision  atau  tabrakan  pengiriman  data  seperti  pada  topologi  Bus,  karena  hanya  satu  node  dapat  mengirimkan  data  pada  suatu  saat,  tingkat  kerumitan  jaringan  rendah  (sederhana),  juga  bila  ada  gangguan  atau  kerusakan  pada  suatu  sentral  maka  aliran  trafik  dapat  dilewatkan  pada  arah  lain  dalam  system.

Kekurangan  Topology  Ring  :
·  Dalam  setiap  node  dalam  jaringan  akan  selalu  ikut  serta mengelola  informasi  yang  dilewatkan  dalam  jaringan,  sehingga  bila  terdapat  gangguan  di  suatu  node  maka  seluruh  jaringan  akan  terganggu.

5.3 Bus  Topology  (Topologi  Bus)
Bus Topology (Topologi Bus) merupakan sekumpulan komputer  yang saling terhubung pada kabel khusus (bus), dimana salah satu komputer berperan sebagai server.

Keuntungan  Topologi  Bus  :
·  Hemat  kabel.
·  Layout  kabel  sederhana.
·  Pengembangan  jaringan  atau  penambahan  workstation  baru  dapat dilakukan  dengan mudah  tanpa  mengganggu  workstation  lain.

Kekurangan  Topologi  Bus  :
·  Deteksi  dan  isolasi  kesalahan  sangat  kecil.
·  Kepadatan  lalu  lintas  pada  jalur  utama.
·  Kelemahan  dari  topologi  ini  adalah  apabila  terdapat  gangguan  di
    sepanjang  kabel  pusat  maka  keseluruhan  jaringan  akan  mengalami
    gangguan.

5.4 Tree Topology (Topologi Pohon)
Tree Topology (Topologi Pohon) merupakan kombinasi karakteristik antara topologi bintang dan topologi bus. Topologi ini terdiri atas kumpulan topologi bintang yang dihubungkan dalam satu topologi bus sebagai jalur tulang punggung atau backbone. Komputer-komputer dihubungkan ke hub,  sedangkan hub lain dihubungkan sebagai jalur tulang punggung.

Topologi  jaringan  ini  disebut  juga  sebagai  topologi  jaringan  bertingkat,  topologi  ini  biasanya  digunakan  untuk  interkoneksi  antar  sentral  dengan  hirarki  yang  berbeda.  Untuk  hirarki  yang  lebih  rendah  digambarkan  pada  lokasi  yang  rendah  dan  semakin  keatas  mempunyai  hirarki  semakin tinggi.  Topologi  jaringan  jenis  ini  cocok  digunakan  pada  sistem  jaringan  komputer.

Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul atau node. Pusat atau simpul yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain yang lebih rendah tingkatannya. Data yang dikirim perlu melalui simpul pusat terlebih dahulu. Misalnya untuk bergerak dari komputer dengan node-3 ke komputer node-7 seperti halnya pada gambar, data yang ada harus melewati node-3, 5 dan node-6 sebelum berakhir pada node-7.

Keuntungan  Tree  Topology  :
·  Dapat  terbentuknya  suatu  kelompok  yang  dibutuhkan  pada  setiap  saat.  Sebagai  contoh,  perusahaan  dapat  membentuk  kelompok  yang  terdiri  atas  terminal  pembukuan,  serta  pada  kelompok  lain  dibentuk  untuk  terminal  penjualan.


Kekurangan  Tree  Topology  :
·  Apabila  simpul  yang  lebih  tinggi  kemudian  tidak  berfungsi,  maka  kelompok  lainnya  yang  berada  dibawahnya  akhirnya  juga  menjadi  tidak  efektif.

5.5 Mesh  Topologi  (Topologi  Mesh)
Topologi mesh adalah suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links).

Keuntungan Topologi Mesh :
  • Hubungan dedicated links menjamin data langsung dikirimkan ke komputer tujuan tanpa harus melalui komputer lainnya sehingga dapat lebih cepat karena satu link digunakan khusus untuk berkomunikasi dengan komputer yang dituju saja (tidak digunakan secara beramai-ramai/sharing).
  • Memiliki sifat Robust, yaitu apabila terjadi gangguan pada koneksi komputer A dengan komputer B karena rusaknya kabel koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan tersebut tidak akan mepengaruhi koneksi komputer A dengan komputer lainnya.
  • Privacy dan security pada topologi mesh lebih terjamin, karena komunikasi yang terjadi antara dua komputer tidak akan mempengaruhi koneksi komputer A dengan komputer lainnya.
  • Memudahkan proses identifikasi permasalahan pada saat terjadi kerusakan koneksi antar komputer.


Kekurangan Topologi Mesh :
  • Membutuhkan banyak kabel dan port I/O. Semakin banyak komputer di dalam topologi mesh maka diperlukan semakin banyak kabel links dan port I/O.
  • Hal tersebut sekaligus juga mengindikasikan bahwa topologi jenis ini rumit karena setiap komputer harus terkoneksi secara langsung dengan komputer lainnya maka instalasi dan konfigurasi menjadi lebih sulit.
  • Banyaknya kabel yang digunakan juga mengisyaratkan perlunya space yang memungkinkan di dalam ruangan tempat komputer-komputer tersebut berada.

5.6 Topologi Hybird
Pengertian Topologi Hybrid adalah Kombinasi dari dua atau lebih topologi berbeda berpadu menjadi satu bentuk baru pada sistem jaringan komputer. Bila topologi berbeda terhubung ke satu sama lainnya dan tidak menampilkan satu karakteristik topologi tertentu maka bentuk desain jaringan ini disebut topologi jaringan hybrid.

Kelebihan Topologi Hybrid
  • Salah satu keuntungan yang menonjol topologi hybrid adalah fleksibilitas. Topologi jaringan hybrid dirancang sedemikiana rupa sehingga dapat diterapkan untuk sejumlah lingkungan jaringan yang berbeda.
  • Hybrid mengkimbinasikan konfigurasi yang berbeda tapi dapat bekerja dengan sempurna untuk jumlah lalu lintas jaringan yang berbeda.
  • Menambahkan koneksi perifer lain cukup mudah, seperti node baru dan/atau periferal dapat terhubung antar topologi berbeda
  • Dibandingkan dengan jenis topologi komputer lainya, topologi ini terpercaya. Memiliki toleransi kesalahan yang lebih baik. ketika sejumlah topologi berbeda terhubung ke satu sama lain
  • Ketika link tertentu dalam jaringan komputer mengalami gangguan, tidak menghambat kerja dari jaringan lainnya.
  • Jenis topologi dapat dikombinasikan dengan jenis-jenis topologi jaringan komputer lain tanpa harus membuat perubahan apapun pada  topologi yang telah ada.
  • Kecepatan topologi konsisten, seperti menggabungkan kekuatan dari masing-masing topologi dan menghilangkan kelemahannya. Oleh sebab itutopologi jaringan hybrid sangat efisien
  • Kelebihan topologi hybrid yang paling penting adalah mengabaikan kelemahan topologi berbeda yang terhubung dan hanya akan dipertimbangkan segi kekuatannya walaupun topologi jaringan hybridkelihatan sangat rumit tapi merupakan solusi  untuk perluasan jaringan tanpa harus merombak topologi jaringan yang teleh terbangun sebelumnya.

Kelemahan Topologi hybrid
  • Karena merupakan penggabungan beberapa bentuk menjadi topologi hybrid, maka pengelolaan topologi  akan menjadi lebih sulit.
  • Dari segi ekonomisnya jaringan hibrid sulit dipertahankan karena membutuhkan biaya yang lebih topologi tinggi dibandingkan dengan topologi jaringan yang murni dalam satu bentuk. Faktor biaya dapat dihubungkan dengan biaya penambahan hub dan Biaya pengkabelan yang meningkat untuk membangun bentuk topologi ini.
  • Instalasi dan konfigurasi dari topologi ini sulit karena ada topologi yang berbeda yang harus dihubungkan satu sama lainnya, pada saat yang sama harus dipastikan bahwa tidak satupun dari node dijaringan gagal berfungsi sehingga membuat instalasi dan konfigurasi topologi hybrid menjadi sangat sulit.

SUMBER : INTERNET

6. Media  Jaringan  Komputer
Jaringan komputer (jaringan) adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer -Media transmisi utama adalah komunikasi lewat satelit.

6.1 Jaringan  Komputer  Dengan  Media  Komputer
Kabel STP (Shielded Twisted Pair)&Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)

Kabel STP adalah bagian  dari  kabel  tembaga  yang  memiliki  dua  pembungkus  pada  masing-masing  kabelnya.  Pelindung  tersebut  terdapat  pada  setiap  pasang  kabelnya  yang  dilindungi  oleh  timah  dan  setiap  pasang kabel tersebut masing-masing dilapisi dengan pelindung. Kabel STP terdiri dari 4 jalinan yang erat dengan inci yang berbeda-beda pada tiap jenis STP. STP biasa digunakan bersamaan dengan konektor RJ-45 yang mampu mengirimkan data  lebih banyak dari LAN. Kabel UTP adalah sebuah jenis kabel jaringan yang menggunakan bahan dasar mentega tembaga, yang tidak dilengkapi dengan shield internal. UTP merupakan jenis kabel yang paling umum yang sering digunakan di dalam jaringan local (LAN), karena memang harganya yang rendah, fleksibel dan kinerja yang ditunjukkannya relative bagus. Dalam kabel UTP terdapat insulasi satu lapis yang melindungi kabel dari ketegangan fisik atau kerusakan tapi, tidak seperti STP insulasi tersebut tidak melindungi kabel dari interferensi elektromagnetik. Kabel UTP memiliki impendasi kira-kira 100 ohm dan tersedia dalam beberapa kategori yang ditentukan dari kemampuan transmisi data yang dimilikinya seperti gambar table berikut :

Kategory  1.
Kabel  UTP  Category  1  (Cat1)  adalah  kabel  UTP  dengan  kualitas  transmisi  terendah,  yang  di  desain  untuk  mendukung  komunikasi  suara  analog  saja.  Kabel  Cat1  digunakan  sebelum  tahun  1983  untuk  menghubungkan  telepon  analog  Plain  Old  Telephone  Service  (POTS).  Karakteristik  kelistrikan  dari  kabel  Cat1  membuatnya  kurang  sesuai  untuk  digunakan  sebagai  kabel  untuk  mentransmisikan  data  digital  di  dalam  jaringan  komputer,  dan  karena  itulah  tidak  pernah  digunakan  untuk  tujuan  tersebut.


Kategori  2.
Kabel  UTP  Category  2  (Cat2)  adalah  kabel  UTP  dengan  kualitas  transmisi  yang  lebih  baik  dibandingkan  dengan  kabel  UTP  Category  1  (Cat1),   yang  didesain  untuk  mendukung  komunikasi  data  dan  suara  digital.  Kabel  ini  dapat  mentransmisikan  data  hingga  4  megabit  per  detik.  Seringnya,  kabel  ini  digunakan  untuk  menghubungkan  node-node  dalam  jaringan  dengan  teknologi  Token  Ring  dari  IBM.  Karakteristik  kelistrikan  dari  kabel  Cat2  kurang  cocok  jika  digunakan  sebagai  kabel  jaringan  masa  kini.  Gunakanlah  kabel  yang  memiliki  kinerja  tinggi  seperti  Category  3,  Category  4,  atau  Category  5.


Kategori  3.
Kabel  UTP  Category  3  (Cat3)  adalah  kabel  UTP  dengan  kualitas  transmisi  yang  lebih  baik  dibandingkan  dengan  kabel  UTP  Category  2  (Cat2),  yang  didesain  untuk  mendukung  komunikasi  data  dan  suara  pada  kecepatan  hingga  10  megabit  per  detik.  Kabel  UTP  Cat3  menggunakan  kawat-kawat  tembaga  24-gauge  dalam  konfigurasi  4  pasang  kawat  yang  dipilin  (twisted-pair)  yang  dilindungi  oleh  insulasi.  Cat3  merupakan  kabel  yang  memiliki  kemampuan  terendah  (jika  dilihat  dari  perkembangan  teknologi  Ethernet),  karena  memang  hanya  mendukung  jaringan  10BaseT  saja.  Seringnya,  kabel  jenis  ini  digunakan  oleh  jaringan  IBM  Token  Ring  yang  berkecepatan  4  megabit  per  detik,  sebagai  pengganti  Cat2.


Kategori  4.
Kabel  UTP  Category  4  (Cat4)  adalah  kabel  UTP  dengan  kualitas  transmisi  yang  lebih  baik  dibandingkan  dengan  kabel  UTP  Category  3  (Cat3),  yang  didesain  untuk  mendukung  komunikasi  data  dan  suara  hingga  kecepatan  16  megabit  per  detik.  Kabel  ini  menggunakan  kawat  tembaga  22-gauge  atau  24-gauge  dalam  konfigurasi  empat  pasang  kawat  yang  dipilin  (twisted  pair)  yang  dilindungi  oleh  insulasi.  Kabel  ini  dapat  mendukung  jaringan  Ethernet  10BaseT,  tapi  seringnya  digunakan  pada  jaringan  IBM  Token  Ring  16  megabit  per  detik.


Kategori  5.
Kabel  UTP  Category  5  (Cat5)  adalah  kabel  dengan  kualitas  transmisi  yang  jauh  lebih  baik  dibandingkan  dengan  kabel  UTP  Category  4  (Cat4),  yang  didesain  untuk  mendukung  komunikasi  data  serta  suara  pada  kecepatan  hingga  100  megabit  per  detik.  Kabel  ini  menggunakan  kawat  tembaga  dalam  konfigurasi  empat  pasang  kawat  yang  dipilin  (twisted  pair) yang  dilindungi  oleh  insulasi.

Kabel  STP  adalah  bagian  dari  kabel  tembaga  yang  memiliki  dua  pembungkus  pada  masing-masing  kabelnya.  Pelindung  tersebut  terdapat  pada  setiap  pasang  kabelnya  yang  dilindungi  oleh  timah  dan  setiap  pasang  kabel  tersebut  masing-masing  dilapisi  dengan  pelindung.  Kabel  STP  terdiri  dari  4  jalinan  yang  erat  dengan  inci  yang  berbeda-beda  pada  tiap  jenis  STP.  STP  biasa  digunakan  bersamaan  dengan  konektor  RJ-45  yang  mampu  mengirimkan  data  lebih  banyak  dari  LAN. Cara  Pemasangan  Kabel  UTP,  terdapat  dua  jenis  pemasangan  kabel  UTP  yang  umum  digunakan  pada  jaringan  komputer  terutama  LAN,  yaitu  Straight  dan  Cross  Over.

6.2 Jenis Pemasangan Kabel UTP/STP
6.2.1 Kabel  Straight
Kabel  straight  merupakan  kabel  yang  memiliki  cara  pemasangan  yang  sama antara  ujung  satu  dengan  ujung  yang  lainnya.  Kabel  stright  digunakan  untuk menghubungkan  2  device  yang  berbeda.
Contoh  penggunaan  kabel  straight  adalah  sebagai  berikut  :

  1. Menghubungkan  antara  komputer  dengan  switch.
  2. Menghubungkan  komputer  dengan  LAN  pada  modem cable/DSL.
  3. Menghubungkan  router  dengan  LAN  pada  modem  cable/DSL.
  4. Menghubungkan  switch  ke  router.
  5. Menghubungkan  hub  ke  router.

Urutan  Kabel  Straight  :


6.2.2 Kabel  Cross  Over
Kabel  cross  over  merupakan  kabel  yang  memiliki  susunan  berbeda  antara  ujung  satu  dengan  ujung  dua.  Kabel  Cross  Over  digunakan  untuk  menghubungkan  2  device  yang  sama.
Contoh  penggunaan  kabel  cross  over  adalah  sebagai  berikut  :

  1. Menghubungkan  2  buah  Komputer  secara  langsung.
  2. Menghubungkan  2  buah  switch.
  3. Menghubungkan  2  buah  hub.
  4. Menghubungkan  switch  dengan  hub.
  5. Menghubungkan  komputer  dengan  router.

Urutan  kabel  Cross  Over  :

7. Cara  Krimping  Kabel  Straight  dan  Cross  Over
Untuk  membuat  sebuah  kabel  jaringan  menggunakan  kabel  UTP  ini  terdapat  beberapa  peralatan  yang  perlu  kita  siapkan,  yaitu  kabel  UTP,  Connector  RJ-45,  Crimping  tools  dan  RJ-45  LAN  Tester,  contoh  gambarnya  seperti  dibawah  ini  :
a. RJ-45

b. Crimping  Tool

c. Lan  Tester
d. Kabel  UTP / STP
7. Praktek  Membuat  Kabel  Straight

  1. Kupas  bagian  ujung  kabel  UTP,  kira-kira  2  cm.
  2. Buka  pilinan  kabel,  luruskan  dan  urutkan  kabel  sesuai  Standar  TIA/EIA 368B.
  3. Setelah  urutannya  sudah  sesuai  standar,  potong  dan  ratakan  ujung  kabel.
  4. Masukkan  kabel  yang  sudah  lurus  dan  sejajar  tersebut  ke  dalam  konektor RJ-45,  dan  pastikan  semua  kabel  posisinya  sudah  benar.
  5. Lakukan  Crimping  menggunakan  crimping  tool,  tekan  crimping  tool  dan pastikan  semua  pin  (kuningan)  pada  konektor  RJ-45  sudah  menggigit tiap-tiap  kabel.
  6. Setelah  selesai  pada  ujung  yang  satu,  lakukan  lagi  pada  ujung  yang  lain.
  7. Langkah  terakhir  adalah  mengecek  kabel  yang  sudah  kita  buat  tadi dengan  menggunakan  LAN  tester,  nyalakan  dan  pastikan  semua  lampu LED  menyala  sesuai  dengan  urutan  kabel  yang  kita  buat.


8. Kabel  Coaxial
Tampilan  fisik  kabel  ini  terdiri  dari  kawat  tembaga  sebagai  inti  yang  dilapisi  oleh  isolator  dalam,  lalu  dikelilingi  oleh  konduktor  luar  kemudian  dibungkus  dengan  bahan  semacam  PVC  sebagai  lapisan  isolator  paling  luar.  Untuk  penggunaan  kabel  coaxial  ini  sudah  jarang  digunakan  karena  pada  umumnya  orang  membangun  jaringan  komputer  dengan   kabel  twisted  pair.
9. Kabel  Fiber  Optic
Kabel  Fiber  optic  adalah  sebuah  kabel  yang  terbuat  dari  serat  kaca  dengan  teknologi  canggih  dan  mempunyai  kecepatan  transfer  data   yang  lebih  cepat  dari  pada  kabel  biasa,  biasanya  fiber  optic  digunakan  pada  jaringan  backbone  (Tulang  Punggung)  karena  dibutuhkan  kecepatan  yang  lebih  dalam  dari  jaringan  biasa  baik  LAN,  WAN  maupun  MAN  karena  dapat  memberikan  dampak  yang  lebih  pada  kecepatan  dan  bandwith  karena  fiber  optic  ini  menggunakan  bias  cahaya  untuk  mentransfer  data  yang  melewatinya  dan  sudah  barang  tentu  kecepatan  cahaya  tidak  diragukan  lagi  namun  untuk  membangun  jaringan  dengan  fiber  optic  dibutuhkan  biaya  yang  cukup  mahal  di  karenakan  dibutuhkan  alat  khusus  dalam  pembangunannya.

Minggu, 12 Januari 2020

Modul 2.1 Konsep Dasar Jaringan Komputer

1. Pengertian Jaringan Komputer
  • Jaringan komputer adalah kumpulan dua atau lebih komputer yang saling berhubungan satu sama lain untuk melakukan komunikasi data dengan menggunakan protokol komunikasi melalui media komunikasi (kabel atau nirkabel), sehingga komputer-komputer tersebut dapat saling berbagi informasi, data, program-program, dan penggunakan perangkat keras secara bersama. Dalam hal ini komunikasi data yang bisa dilakukan melalui jaringan komputer dapat berupa data teks, gambar, video dan suara
  • Jaringan komputer adalah sekumpulan komputer individu (personal computer) yang dihubung-hubungkan dengan menggunakan protokol Transmission Control Protocoll/Internet Protocol (TCP/IP). Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer bisa saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama, dan bersama-sama menggunakan hardware /software yang terhubung dengan jaringan.

Setiap komputer, printer, atau periferalyang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan komputer bisa saja memiliki dua, puluhan, ribuan, atau bahkan jutaan node.

Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari jaringan komputer, yaitu sebagai berikut.
a. Resource sharing
Resource sharing yaitu penggunaan sumber daya yang ada secarabersama-sama. Misalnya, seorang pengguna yang berada 100 km jauhnya dari suatu data, ia tidak akan mendapatkan kesulitan dalam menggunakan data tersebut, seolah-olah data tersebut berada di dekatnya. Hal ini sering diartikan bahwa jaringan komputer mengatasi masalah jarak.
b. Reliabilitas tinggi
Dengan jaringan komputer kita akan mendapatkan reliabilitas yang tinggi dengan memiliki sumber-sumber alternative persediaan. Misalnya, semua file dapat disimpan atau dikopi oleh dua, tiga, atau lebih komputer yang terkoneksi dengan jaringan. Sehingga bila salah satu perangkat komputer mengalami kerusakan maka Salinan file atau dokumen di perangkat komputer lain masih dapat digunakan.
c. Menghemat uang
Dengan menggunakan jaringan, perusahaan dapat menghemat peralatan yang harus digunakan misalnya printer. Dengan adanya jaringan komputer, satu buah printer dapat digunakan oleh beberapa orang, sehingga perusahaan tidak perlu membeli printer untuk setiap kariyawan. Dengan demikian, jaringan komputer yang dibangun dapat menghemat biaya yang dikeluarkan.
d. Sarana komunikasi
Jaringan komputer dapat dimanfaatkan oleh perusahaan atau organisasi. Misalnya, ketika memberikan pengumuman rapat, pimpinan perusahaan tidak perlu mengirimkan surat kepada semua stafnya. Pimpinan perusahaan cukup mengirimkan undangan melalui jaringan komputer yang ada.

2. Prinsip kerja jaringan komputer
Jaringan komputer mempunyai sistem kerja yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Prinsip kerja suatu jaringan komputer seperti berikut.
a. Metode pengiriman dan penerimaan data
Pengiriman dan penerimaan data pada jaringan dapat dibedakan menjadi tiga sebagai berikut.

  1. Transmisi unicast, yaitu paket data dikirimkan dari satu komputer ke satu alamat tujuan.
  2. Transmisi multicast, yaitu paket data komputer pengirim, lalu disalin dan dikirimkan ke beberapa alamat tujuan dalam kelompoknya
  3. Transmisi broadcast, yaitu paket data dari alamat pengirim yang disalin dan dikirimkan ke semua alamat tujuan dalam jaringan

b. Keamanan data dalam jaringan
Jika seperangkat komputer terhubung dengan sebuah jaringan internet, maka komputer rawan terhadap penyusupan dari luar. Jika seseorang dapat menyusup ke sebuah komputer, maka orang tersebut bisa mengambil data-data yang disimpan di komputer tersebut dan menggunakannya untuk kepentingan pribadi.

Ada dua bentuk aktivitas terhadap jaringan komputer, yaitu hacking dan cracking. Hacking adalah usaha memasuki sebuah jaringan dengan maksud mengeksplorasi ataupun mencari kelemahan sistem jaringa illegal. Cracking adalah usaha memasuki sebuah jaringan secara illegal dengan maksud mencuri, mengubah, atau menghancurkan file atau data yang disimpan di komputer-komputer yang ada di jaringan tersebut. Pelaku hacking disebut hacker , sedangkan pelaku cracking disebut cracker.

B. Jenis-jenis Jaringan Komputer
Berdasarkan jangkauannya, terdapat jenis-jenis seperti berikut.
1. PAN (Personal Area Network)
PAN adalah jaringan komputer yang digunakan untuk berkomunikasi antara dua perangkat atau lebih, bertukar data satu sama lain, ataupun menghubungkan ke jaringan yang lebih luas (misalnya internet). PAN dapat dilakukan dengan kabel antara bus komputer, seperti USB dan fareware. PAN yang menggunakan teknologi nirkabel disebut WPAN (Wireless PAN). Contoh WPAN, antara lain IrDA (Interfared Data Association) , Bluetooth, Z-Wave, dan Zigbee.

Jarak jangkauan WPAN sangat bervariasi dari beberapa sentimeter sampai beberapa meter. IrDA dan Bluetooth merupakan teknologi WPAN yang paling populer dibenamkan dalam mobile phone sampai decade ini. Namun, teknologi terbaru WPAN yang mulai populer saat ini adalah NFC (Near Field Comunication) yang bisa digunakan untuk alat pembayaran mobile (contactless payment system), bertukar informasi seperti jadwal, peta, bussiness card, dan coupon, hanya dalam waktu yang singkat singkat.

2. Local Area Network (LAN)
Local Area Network (LAN) merupakan jaringan milik pribadi dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN sering kali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama resource (misalnya printer serta scanner) dan saling bertukar informasi.

LAN dapat dibedakan dari jenis jaringan lainnya berdasarkan tiga karakteristik, yaitu ukuran, teknologi transmisi, dan topologinya. LAN mempunyai ukuran yang terbatas dan dapat diketahui sebelumnya.dengan mengetahui keterbatasannya menyebabkan adanya kemungkinan untuk menggunakan jenis desain tertentu. Hal ini juga memudahkan manajemen jaringan. LAN sering kali menggunakan teknologi transmisi kabel tunggal. LAN tradisional beroprasi pada kecepatan mulai 10 sampai 100 Mbps (mega bit/detik) dengan delay rendah (puluhan mikrosekond) dan mempunyai factor kesalahan yang kecil. LAN-LAN modern dapat beroprasi pada kecepatan yang lebih tinggi, sehingga ratusan megabit/detik.

Keuntungan dari jaringan LAN sebagai berikut .

  • Pertukaran file dapat dilakukan dengan mudah (file sharing)
  • Pemakaian printer dapat dilakukan oleh semua client (printer sharing)
  • File-file data dapat disimpan pada server sehingga data dapat diakses dari semua client organisasi perusahaan sehingga keamanan data terjamin
  • File data yang keluar atau masuk dari dan ke server dapat dikontrol
  • Proses backup data menjadi lebih mudah dan cepat
  • Risiko kehilangan data oleh virus komputer menjadi sangat kecil
  • Komunikasi antarkaryawan dapat dilakukan dengan menggunakan e-mail dan chat


3. Metropolitan Area Network (MAN)
Metropolitan Area Network (MAN) pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televise kabel. MAN hanya memiliki sebuah atau dua buah kabel dan tidak mempunyai elemen switching, yang berfungsi untuk mengatur paket melalui beberapa output kabel. Adanya elemen switching membuat rancangan menjadi lebih sederhana.

Keuntungan jenis jaringan komputer MAN ini di antaranya adalah cakupan wilayah jaringan lebih luas sehingga untuk berkomunikasi menjadi lebi efisien, mempermudah dalam hal berbisnis, dan juga keamanan dalam jaringan menjadi lebih baik.

Kerugian jenis jaringan komputer MAN, antara lain lebih banyak menggunakan biaya operasional , dapat menjadi target operasioleh para cracker untuk mengambil keuntungan pribadi, dan untuk memperbaikinya jaringan MAN diperlukan waktu yang cukup lama.

4. Wide Area Network (WAN)
Jangkauan jaringan WAN mencakup daerah geografis yang luas, sering kali mencakup sebuah negara, bahkan benua. WAN terdiri dari kumpulan mesin-mesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program (aplikasi) pemakai.

Kita akan mengikuti penggunaan tradisional dan menyebut mesin-mesin ini sebagai host. Istilah End System kadang-kadang juga digunakan dalam literature. Host subnet adalah membawa pesan dari host ke hos liannya, seperti halnya sistem telepon yang membawa isi pembicaraan dari pembicara ke pendengar. Dengan memisahkan aspek komunikasi murni sebuah jaringan (subnet) dari aspek-aspek aplikasi (host), rancangan jaringan lengkap menjadi jauh lebih sederhana.

Pada sebagian WAN, subnet terdiri dari dua komponen, yaitu kabel transmisi dan elemen switching. Kabel transmisi (disebut juga sirkuit, channel, atau trunk) memindahkan bit-bit dari satu mesin ke mesin lainnya.

Keuntungan jaringan WAN sebagai berikut.

  1. Server kantor pusat dapat berfungsi sebagai bank data dari kantor cabang
  2. Komunikasi antarkantor dapat menggunakan e-mail dan chat
  3. Dokumen atau file yang biasanya dikirimkan melalui facsimile ataupun paket pos, dapat dikirim melalui e-mail dan transfer file dengan biaya yang relative murah dan dalam jangka waktu yang sangat cepat
  4. Pooling dan updating data antarkota dapat dilakukan setiap hari pada waktu yang ditentukan

5. Internet
Sebenarnya terdapat banyak jaringan di dunia ini, sering kali menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak berbeda-beda. Orang yang terhubung ke jaringan sering berharap untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain yang terhubung ke jaringan lainnya. Keinginan seperti ini memerlukan hubungan antar jaringan yang sering kali tidak kompatibel dan berbeda. Biasanya untuk melakukan hal ini diperlukan sebuah mesin yang disebut gateway guna melakukan hubungan dan melaksanakan terjemahan yang diperlukan, baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya. 

Kumpulan jaringan yang terinterkoneksi inilah yang disebut dengan internet.
Berikut beberapa fungsi/manfaat dari penggunaan internet.

  1. Menambah wawasan dan pengetahuan
  2. Komunikasi menjadi lebih cepat
  3. Mudahnya berbelanja di internet
  4. Internet sebagai wahan hiburan
  5. Memudahkan pencarian lowongan pekerjaan
  6. Pentingnya internet dalam dunia bisnis


Gambar PAN, LAN, MAN, WAN


6. Wireless (jaringan tanpa kabel)
Jaringan tanpa kabel merupakan suatu solusi terhadap komunikasi yang tidak bisa dilakukan dengan jaringan yang menggunakan kabel. Misalnya orang yang ingin mendapat informasi atau melakukan komunikasi walaupun sedang berkendara di atas mobol atau kendaraan lainnya, maka ,utlak jaringan tanpa kabel diperlukan karena koneksi kabel tidaklah mungkin dibuat didalam mobil atau kendaraan lainnya. Saat ini jaringan tanpa kabel sudah marak digunakan denga memanfaatkan jasa satelit dan mampu memberikan kecepatan akses yang lebih cepat dibandingkan dengan jaringan yang menggunakan kabel.

Jaringan tanpa kabel mempunyai berbagai manfaat, yang telah umum dikenal adalah kantor portable. Orang yang sedang dalam perjalanan sering kali ingin menggunakan peralatan elektronik portabelnya untuk mengirim atau menerima telepon, facsimile, e-mail, membaca file jarak jauh, login ke mesin jarak jauh, dan sebagainya.  Mereka juga ingin melakukan hal-hal tersebut di mana saja, darat, laut dan udara. Jaringan tanpa kabel sangat bermanfaat untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.


Jenis – Jenis Jaringan Komputer
Yudianto (2007) mengatakan pula bahwa pada dasarnya, jaringan komputer merupakan suatu bentuk interkoneksi atau hubungan antar komputer, yang pada dasarnya memilki beberapa jenis, ditinjau dari 4 aspek atau bagian. Berikut ini adalah beberapa jenis dari jaringan komputer :

1. Berdasarkan Jangkauan Geografis

Apabila dibedakan menurut jangkauan geografisnya, maka jaringan komputer dapat dibagi dan dibedakan menjadi 3 jenis jaringan, yaitu :
  1. Jaringan Lokal (LAN) atau Local Area Network.
  2. Jaringan perkotaan (MAN) atau Metropolitan Area Network.
  3. Jaringan luas (WAN) Wide Area Network.

 
Gambar Jarak, Tempat dan Nama Jaringan


2. Berdasarkan Distribusi Data atau Sumber Informasi

Aspek berikutnya dalam pembagian jenis jaringan adalah berdasarkan distribusi data. Apabila dilihat berdasarkan distribusi data, maka, jaringan komputer dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu :

  1. Jaringan terpusat (Centralized Network) yaitu jaringan yang terdiri dari komputer client dan komputer server dimana komputer client bertugas sebagai perantara dalam mengakses sumber informasi atau data yang berasal dari komputer server.
  2. Jaringan terdistribusi merupakan hasil gabungan dari beberapa jaringan terpusat sehingga memingkinkan beberapa komputer server dan client dapat saling terhubung dan membentuk suatu sistem jaringan.


3. Berdasarkan Media Transmisi dari Jaringan Komputer

Jaringan komputer membutuhkan media untuk dapat mentransmisikan paket data yang akan dibagikan antar komputer. Karena itu, jaringan komputer juga dapat dibedakan menjadi 2 jenis jaringan apabila dilihat dari media transmisi jaringannya :

Jaringan kabel (Wired network) adalah sebuah jaringan yang berfungsi untuk satu komputer dengan komputer lain, diperlukan penguhubung berupa kabel jaringan. Kabel jaringan berfungsi dalam mengirim informasi dalam bentuk sinyal listrik atau komputer jaringan.

Kelebihannya:
  • Relatif murah
  • Tingkat keamanan relatif tinggi
  • Performa / Stabilitas jaringan dan bandwith yang lebih tinggi dan lancer
  • Mudah dalam instalasi
  • Biaya yang murah dalam investasi jaringan
Kelemahannya:
  • Kerapian yang kurang(nilai estetika) karena kabel yg berantakan /sembraut
  • Jangkauan dan akses client yang terbatas
  • Susah jika ada perluasan jaringan
  • Wired LAN harus di tempatkan di tempat yang aman
  • Security pada wired LAN akan hilang pada saat kabel jaringan di potong

Jaringan nirkabel (Wireless network) dalah bidang disiplin yang berkaitan dengan komunikasi antar sistem komputer tanpa menggunakan kabel. Jaringan nirkabel ini sering dipakai untuk jaringan komputer baik pada jarak yang dekat (beberapa meter, memakai alat/pemancar bluetooth) maupun pada jarak jauh (lewat satelit). Bidang ini erat hubungannya dengan bidang telekomunikasi, teknologi informasi, dan teknik komputer. Jenis jaringan yang populer dalam kategori jaringan nirkabel ini meliputi: Jaringan kawasan lokal nirkabel (wireless LAN/WLAN), dan Wi-Fi.

Jaringan nirkabel biasanya menghubungkan satu sistem komputer dengan sistem yang lain dengan menggunakan beberapa macam media transmisi tanpa kabel, seperti: gelombang radio, gelombang mikro, maupun cahaya infra merah.

Kelebihannya :
  • Jaringan rapi dan mempunyai nilai estetika,tidak ada kabel yg sembraut
  • Kemudahan proses instalasi
  • Mudahuntuk perluasan jaringan
  • Pengurangan anggaran biaya
  • Jangkauan luas
  • Pemeliharaan murah
  • Infrastruktur berdimensi kecil
Kelemahannya:
  • Gangguan gelombang jaringan
  • Keamanan data kurangterjamin
  • Konfigurasi yang lebih rumit
  • Kapasitas jaringan terbatas
  • Biaya investasi cukup mahal
  • Tidak stabil dan terpengaruh cuaca
  • Kapasitas jaringan karena keterbatasan spektrum

4. Berdasarkan Peran Komputer Dalam Proses Transmisi Data

Dengan adanya banyak komputer yang saling terhubung satu sama lain di dalam sebuah jaringan, maka ada 2 jenis jaringan yang dibedakan menurut peranan komputer sebagai perangkat keras jaringan komputer. Berikut ini adalah jenisnya :

Client-to-Server Connection 
Client Server adalah suatu bentuk arsitektur jaringan, yang dimana client adalah sebuah perangkat yang menerima yang akan menampilkan dan menjalankan suatu aplikasi.

Server adalah komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputer-komputer lain didalam jaringan dan client adalah komputer-komputer yang menerima atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh server. Server dijaringan tipe client-server disebut dengan Dedicated Server karena murni berperan sebagai server yang menyediakan fasilitas kepada workstation dan server tersebut tidak dapat berperan sebagai workstation.

Karakteristik sistem jaringan client server

  • Sharing resources (sumber daya) - Server bisa melayani beberapa client pada waktu yang sama, dan meregulasi akses bersama untuk share sumber daya dalam menjamin konsistensinya.
  • Pesan berbasiskan komunikasi - Interaksi   server   dan   client   melalui   pengiriman   pesan   yang   menyertakan permintaan dan jawaban.


Peer to Peer Connection
Jaringan peer to peer juga disebut dengan workgroup. Karena workgroup mempunyai konotasi yaitu kolaborasi tanpa ada nya pusat kontrol (server). Peer to Peer dapat di bangun hanyan dengan sebuah sistem operasi yang terinstall didalam komputer dan terhubungnya beberapa komputer secara fisik.
Sistem jaringan ini biasa digunakan dirumah, kantor, sekolah. Pemakai komputer yang memiliki sebuah komputer baru tidak perlu membuang komputer lamanya. Dengan memasang Network Card atau kartu jaringan pada komputer tersebut, maka kedua komputer dapat dihubungkan dengan kabel khusus yang digunakan untuk sistem jaringan.

Karakteristik jaringan Peer to peer
  1. Tidak memiliki sebuah komputer yang berfungsi sebagai server terdedikasi. 
  2. Setiap komputer dalam jaringan merupakan server dan  sekaligus juga klien.
  3. Tidak adanya kontrol pada pengaturan keamanan jaringan
  4. Tidak memerlukan spesifikasi komputer yang setara untuk dapat terhubung dalam satu jaringan.




Kamis, 07 November 2019

Modul 1.6 Install Windows 7

Windows 7 merupakan OS / Sistem Operasi untuk di Laptop, PC/Komputer maupun Macbook Pro dengan spesifikasi lumayan yang lebih baik dari windows vista dan xp. Windows 7 memiliki beberapa versi yakni Starter, Home Basic, Home Premium, Proffesional, Enterprise dan Windows 7 Ultimate x36 dan x64.
Kali ini saya akan share Cara Install Windows 7 Beserta Gambarnya Lengkap Terbaru, silahkan ikuti langkah langkah berikut buat sobat yang ingin menginstall windows 7 dengan cepat dan mudah tanpa menghilangkan data.

Untuk Cara Install Ulang Windows 7 juga bisa dengan flashdisk tanpa software dan cd tapi sebelumnya harus membuat dulu flashdisk bootable windows 7 namun yang akan dibahas sekarang adalah Cara Menginstall Windows 7 dengan CD pada tutorial berikut ini.

Cara Menginstall Windows 7 Lengkap dengan Gambarnya :

1. Masuk BIOSdengan menekan tombol F2, Del atau yang lainnya setiap komputer berbeda lalu setting Bios untuk booting lewat CD ROM pada boot device priority.
2. Masukkan CD / DVD instalan Windows 7 dan tunggu sampai muncul "press any key to boot from cd or dvd" lalu tekan sembarang tombol. 

3. Kemudian akan muncul tampilan starting windows.
4. Tunggu sebentar maka akan tampil pilihan language / bahasa.
5. Lalu klik Install Now.
6. Setup is starting, instalasi Windows 7 dimulai.
7. Tunggu sebentar maka akan muncul tampilan license terms centang I Accept.. klik next.
8. Pilih Custom (advanced) untuk mengatur partisi untuk instal windows 7.
9. Kemudian bagi partisi menjadi 2 yakni drive c untuk instal windows 7 dan drive d sisanya, jika sebelumnya sudah di partisi dan ingin instal ulang bisa langsung instal klik next di drive c.
10. Tunggu proses Copying Windows Files.

11. Proses Expanding Windows Files.

12. Proses Install Feature dan Update.

13. Setelah itu windows akan restart.

14. Tunggu sebentar setup is updating registry settings.
15. Proses loading sebentar Setup is starting service.
16. Kemudian Instalasi dilanjutkan pada tahap terakhir Complete Instalation.
17. Masukkan Username dan Computer Name klik next.
18. Masukkan Password User klik next.
19. Masukkan product key atau serial number windows 7 klik next.
20. Pilih proteksi keamanan windows.
21. Setting date/tanggal dan time zone pilih GMT +8 klik next.
22. Selesai, Windows 7 sudah terinstal dan tinggal menginstal driver serta aplikasi lainnya.
Itulah Cara Install OS Windows 7/tujuh/seven yang paling banyak digunakan sekarang dibanding dengan versi terbarunya Windows 8 dan versi pendahulunya Windows Vista dan Windows XP untuk Laptop, PC/Komputer dan Tablet.