Selasa, 24 November 2020

Link Pengumpulan Tugas KJD (code Covid19)

 Kelas X TKJ 1
Tugas 1        Klik disini 

Tugas 2         Klik disini  

Tugas 3        Klik disini 

Tugas 4         Klik disini 

Tugas 5       Klik disini  

Tugas 6        Klik disini 

Tugas 7        Klik disini 

Tugas 8        Klik disini 

Tugas 9        Klik disini 

Tugas 10       Klik disini  

Tugas 11       Klik disini  

Tugas 12       Klik disini  

Tugas 13      Klik disini  

Tugas 14      Klik disini   

Tugas 15      Klik disini   

X TKJ 2

Tugas 1     Klik disini 

Tugas 2    Klik disini   

Tugas 3    Klik disini 

Tugas 4     Klik disini 

Tugas 5    Klik disini 

Tugas 6    Klik disini 

Tugas 7    Klik disini 

Tugas 8    Klik disini 

Tugas 9    Klik disini 

Tugas 10    Klik disini 

Tugas 11    Klik disini 

Tugas 12    Klik disini 

Tugas 13    Klik disini 

Tugas 14    Klik disini 

Tugas 15    Klik disini 

Minggu, 08 Maret 2020

Format Penulisan Laporan Magang TP 2019/2020 Teknik Komputer dan Jaringan

Berikut adalah Format Penulisan Laporan Magang TP 2019/2020 untuk Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. untuk semua siswa/i kelas XI yang sedang magang untuk mendownload file ini, sesuaikan dengan kebutuhan. jika ada yang kurang paham silahkan hubungi guru pembimbing masing-masing.

  1. Cover
  2. Laporan Pengesahan DU/DI
  3. Laporan Pengesahan Sekolah
  4. Kata Pengantar
  5. Daftar Isi
  6. Daftar Gambar
  7. BAB I
  8. BAB II
  9. BAB III
  10. Daftar Pustaka

Ka, ProDi TKJ
Marto Holmes Silaen, S.Kom

Kamis, 05 Maret 2020

Minggu, 16 Februari 2020

Modul 2.3 IP Address (Komputer & Jaringan Dasar)

IP  Address  adalah  alamat  identifikasi  komputer/host  yang  berada  didalam  jaringan.  Dengan  adanya  IP  address  maka  data  yang  dikirimkan  oleh  host/komputer  pengirim  dapat  dikirimkan  lewat  protokol  TCP/IP  hingga  sampai  ke host/komputer  yang  dituju.  Setiap  komputer/host  memiliki  IP  address  yang  unik  sehingga  dua  komputer/host  yang  berbeda  tidak  boleh  memiliki  IP  address  yang  sama  dalam  satu  jaringan.

IP Address (internet protocol address) merupakan deretan angka biner antara 32 bit sampai dengan 128 bit yang digunakan sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan internet. Angka 32 bit digunakan untuk alamat IP Address versi IPv4 dan angka 128 bit digunakan untuk IP Address versi IPv6 untuk menunjukkan alamat dari komputer pada jaringan internet berbasis TCP/IP.

IP Address tersebut memiliki identitas numerik yang akan dilabelkan kepada suatu device seperti komputer, router atau printer yang terdapat dalam suatu jaringan komputer yang menggunakan internet protocol sebagai sarana komunikasi.


Apa Fungsi IP Address???
1. IP Address digunakan sebagai alat identifikasi host atau antarmuka pada jaringan
Fungsi ini diilustrasikan seperti nama orang sebagai suatu metode untuk mengenali siapa orang tersebut. Dalam jaringan komputer pun berlaku hal yang sama yaitu alamat IP Address yang unik tersebut akan digunakan untuk mengenali sebuah komputer atau device pada jaringan.

2. IP Address digunakan sebagai alamat lokasi jaringan
Fungsi ini diilustrasikan seperti alamat rumah kita yang menunjukkan lokasi kita berada. Untuk memudahkan pengiriman paket data, maka IP Address memuat informasi keberadaannya. Ada rute yang harus dilalui agar data dapat sampai ke komputer yang dituju.

Jenis IP Address
A. IP versi 4 (IPv4)
Alamat IP versi 4 (sering disebut dengan Alamat IPv4) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 4. Panjang  totalnya adalah 32-bit, dan secara teoretis dapat mengalamati hingga 4 miliar host komputer atau lebih tepatnya 4.294.967.296 host di seluruh dunia, jumlah host tersebut didapatkan dari 256 (didapatkan dari 8 bit) dipangkat 4 (karena terdapat 4 oktet) sehingga nilai maksimal dari alamat IP versi 4 tersebut adalah 255.255.255.255 di mana nilai dihitung dari nol sehingga nilai-nilai host yang dapat ditampung adalah 256 × 256 × 256 × 256 = 4.294.967.296 host, bila host yang ada di seluruh dunia melebihi kuota tersebut maka dibuatlah IP versi 6 atau IPv6. Contoh alamat IP versi 4 adalah 192.168.1.128.

B. IP versi 6 (IPv6)

IPv6 diciptakan untuk menjawab kekhawatiran akan kemampuan IPv4 yang hanya menggunakan 32 bit untuk menampung IP Address di seluruh dunia, semakin banyaknya pengguna jaringan internet dari hari ke hari di seluruh dunia IPv4 dinilai suatu saat akan mencapai batas maksimum yang dapat ditampungnya, untuk itulah IPv6 versi 128 bit diciptakan. Dengan kemampuanya yang jauh lebih besar dari IPv4 dinilai akan mampu menyediakan IP Address pada seluruh pengguna jaringan internet di seluruh dunia yang semakin hari semakin banyak.

Internet protocol versi 6 atau IPv6 ini terdiri dari 128 bit. IP ini 4 kali dari IPv4, tetapi jumlah host yang bisa ditampung bukan 4 kali dari 4.294.967.296 melainkan 4.294.967.296 pangkat 4, jadi hasilnya 340.282.366.920.938.463.463.374.607.431.768.211.456.


Alamat IP versi 4 umumnya diekspresikan dalam notasi desimal bertitik (dotted-decimal notation), yang dibagi ke dalam empat buah oktet berukuran 8-bit. Dalam beberapa buku referensi, format bentuknya adalah w.x.y.z. Karena setiap oktet berukuran 8-bit, maka nilainya berkisar antara 0 hingga 255 (meskipun begitu, terdapat beberapa pengecualian nilai).

Alamat IP yang dimiliki oleh sebuah host dapat dibagi dengan menggunakan subnet mask jaringan ke dalam dua buah bagian, yakni:

1. Network Identifier/NetID atau Network Address (alamat jaringan) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat jaringan di mana host berada.

Dalam banyak kasus, sebuah alamat network identifier adalah sama dengan segmen jaringan fisik dengan batasan yang dibuat dan didefinisikan oleh router IP. Meskipun demikian, ada beberapa kasus di mana beberapa jaringan logis terdapat di dalam sebuah segmen jaringan fisik yang sama dengan menggunakan sebuah praktik yang disebut sebagai multinetting. Semua sistem di dalam sebuah jaringan fisik yang sama harus memiliki alamat network identifier yang sama. Network identifier juga harus bersifat unik dalam sebuah Internetwork. Jika semua node di dalam jaringan logis yang sama tidak dikonfigurasikan dengan menggunakan network identifier yang sama, maka terjadilah masalah yang disebut dengan routing error. Alamat network identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255.

2. Host Identifier/HostID atau Host address (alamat host) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat host (dapat berupa workstation, server atau sistem lainnya yang berbasis teknologi TCP/IP) di dalam jaringan. Nilai host identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255 dan harus bersifat unik di dalam network identifier/segmen jaringan di mana ia berada.

Alamat IPv4 terbagi menjadi beberapa jenis, yakni sebagai berikut:

  1. Alamat Unicast, merupakan alamat IPv4 yang ditentukan untuk sebuah antarmuka jaringan yang dihubungkan ke sebuah Internetwork IP. Alamat unicast digunakan dalam komunikasi point-to-point atau one-to-one.
  2. Alamat Broadcast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh setiap node IP dalam segmen jaringan yang sama. Alamat broadcast digunakan dalam komunikasi one-to-everyone.
  3. Alamat Multicast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh satu atau beberapa node dalam segmen jaringan yang sama atau berbeda. Alamat multicast digunakan dalam komunikasi one-to-many.




Pembagian Kelas IP Address
IP Address versi 4 terdiri atas 4 oktet, nilai 1 oktet adalah 255. Karena ada 4 oktet maka jumlah IP Address yang tersedia adalah 255 x 255 x 255 x 255. IP Address sebanyak ini harus dibagi-bagikan keseluruh pengguna jaringan internet di seluruh dunia. Untuk mempermudah proses pembagiannya, IP Address harus dikelompokan dalam kelas-kelas.

IP Address dikelompokan dalam lima kelas, yaitu kelas A, B, C, D, dan E. Perbedaannya terletak pada ukuran dan jumlah. IP Address kelas A jaringan. IP Address Kelas B digunakan untuk jaringan berukuran besar dan sedang. IP Address Kelas C untuk pembagian jaringan yang banyak, namun masing-masing jaringan memiliki anggota yang sedikit. IP Address Kelas D dan E juga didefinisikan, tetapi tidak digunakan dalam penggunaan normal, kelas D diperuntukan bagi jaringan multicast, dan E untuk Eksperimental.

Pembagian kelas-kelas IP Address didasarkan pada dua hal, yaitu Network ID dan Host ID dari suatu IP Address Setiap IP Address selalu merupakan pasangan network ID (Identitas Jaringan) dan Host ID (Indentitas Host dalam suatu jaringan). Masing-masing komputer atau router di suatu jaringan Host ID nya harus unik dan harus berbeda dengan komputer yang lain.



Kelas-kelas Alamat IP Address
Kelas A

Alamat IP kelas A banyak digunakan untuk jaringan komputer berskala besar. IP Kelas A memiliki jumlah jaringan 126 dan setiap jaringan mampu untuk menampung 16,777,214 host. Dalam alamat IP kelas A Nomor urut bit tertinggi selalu diset dengan nilai Nol ( 0 ) sedangkan untuk tujuh bit berikutnya digunakan untuk pelengkap oktet pertama yang berfungsi untuk network identifier. Sementara untuk tiga oktet terakhir digunakan untuk host identifier. Range IP Address kelas A mulai 1.xxx.xxx.xxx sampai 126.xxx.xxx.xxx.

Format : 0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh (n = Net ID, h = Host ID)

Bit Pertama : 0

Panjang Net ID : 8 bit (1 oktet)

Panjang Host ID : 24 bit (3 oktet)

Oktet pertama : 0 – 127

Range IP Address : 1.xxx.xxx.xxx.sampai 126.xxx.xxx.xxx (0 dan 127 dicadangkan)

Jumlah Network : 126

Jumlah IP Address : 16.777.214

IP kelas A untuk sedikit jaringan dengan host yang sangat banyak. cara membaca IP Address kelas A misalnya 113.46.5.6 ialah Network ID :113, Host ID = 46.5.6


Kelas B
Kelas IP Address yang satu ini digunakan untuk jaringan komputer dengan skala menengah sampai bersar, IP Kelas B menyediakan 16,384 jaringan dan setiap jaringan menampung hingga 65,534 host. Nomor urut pada dua bit pertama dalam oktet pertama selalu diset dengan nilai 10 dalam bilangan biner. Sementara untuk 14 bit berikutnya digunakan untuk melengkapi dua oktet pertama sebagai network identifier. Untuk 16 bit berikutnya ( Dua oktet terakhir ) berfungsi sebagai host identifier. Range IP Address kelas B mulai dari 128.0.xxx.xxx sampai 191.255.xxx.xxx.

Format : 10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh (n = Net ID, h = Host ID)

2 bit pertama : 10

Panjang Net ID : 16 bit (2 oktet)

Panjang Host ID : 16 bit (2 oktet)

Oktet pertama : 128 – 191

Range IP Address : 128.0.0.xxx sampai 191.255.xxx.xxx

Jumlah Network : 16.384

Jumlah IP Address : 65.534

Biasa digunakan untuk jaringan besar dan sedang. dua bit pertama selalu di set 10. 16 bit selanjutnya, network IP kelas B dapat menampung sekitar 65000 host.


Kelas C
Kelas IP Address yang satu ini biasanya digunakan untuk jaringan komputer skala kecil. IP Address kelas C menyediakan 2,097,152 jaringan dan setiap jaringan dapat menampung 254 host. Pada tiga bit pertama pada Oktet pertama selalu bernilai 110 ( dalam bilangan biner ) kemudian 21 bit berikutnya ( tiga oktet pertama ) membentuk network identifier. Kemudian untuk 8 bit berikutnya ( Oktet terakhir ) digunakan untuk host identifier. Range IP Address kelas C mulai dari 192.0.0.xxx sampai 255.255.255.xxx.

Format : 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh (n = Net ID, h = Host ID)

3 bit pertama : 110

Panjang Net ID : 24 bit (3 oktet)

Panjang Host ID : 8 bit (1 oktet)

Oktet pertama : 192 – 223

Range IP Address : 192.0.0.xxx sampai 255.255.255.xxx

Jumlah Network : 2.097.152

Jumlah IP Address : 254

Host ID adalah 8 bit terakhir, dengan IP kelas C, dapat dibentuk sekitar 2 juta network yang masing-masing memiliki 256 IP Address Tiga bit pertama IP Address kelas C selalu berisi 111 dengan 21 bit berikutnya. Host ID ialah 8 bit terakhir.


Kelas D
Kelas Alamat IP ini digunakan untuk IP multicast, empat bit pertama pada oktet pertama bernilai 1110 ( bilangan biner ) dan sekaligus sebagai network identifier. Kemudian 28 bit betikutnya digunakan untuk host identifier. Range IP kelas D mulai dari 224.0.0.0 sampai 239.255.255.255.

Format : 1110mmmm.mmmmmmmm.mmmmmmmm.mmmmmmmm

4 Bit pertama : 1110

Bit multicast : 28 bit

Byte Inisial : 224-247

Deskripsi : Kelas D adalah ruang alamat multicast

Kelas ini digunakan untuk keperluan Multicasting. 4 bit pertama 1110, bit-bit berikutnya diatur sesuai keperluan multicast group yang menggunakan IP Address ini. Dalam multicasting tidak dikenal network bit dan host bit.


Kelas E
IP Address kelas E digunakan untuk eksperimen. empat bit pertama pada oktet pertama kelas IP Address ini diset dengan nilai 1111 bilangan biner dan sekaligus sebagai network identifier . Kemudian untuk 28 bit berikutnya digunakan untuk host identifier. Range IP kelas E mulai dari 240.0.0.0 sampai 254.255.255.255.

Format : 1111rrr.rrrrrrrr.rrrrrrrr.rrrrrrrr

4 bit pertama : 1111

Bit cadangan : 28 bit

Byte inisial : 248-255

Deskripsi : Kelas E adalah ruang alamat yang dicadangkan untuk keperluan eksperimental.


Catatan: Penggunaan kelas alamat IP sekarang tidak relevan lagi, mengingat sekarang alamat IP sudah tidak menggunakan kelas alamat lagi. Pengembang otoritas Internet telah melihat dengan jelas bahwa alamat yang dibagi ke dalam kelas-kelas seperti di atas sudah tidak mencukupi kebutuhan yang ada saat ini, di saat penggunaan Internet yang semakin meluas. Alamat IPv6 yang baru sekarang tidak menggunakan kelas-kelas seperti alamat IPv4. Alamat yang dibuat tanpa memedulikan kelas disebut juga dengan classless address.

Alamat Unicast
Setiap antarmuka jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP harus diidentifikasikan dengan menggunakan sebuah alamat logis yang unik, yang disebut dengan alamat unicast (unicast address). Alamat unicast disebut sebagai alamat logis karena alamat ini merupakan alamat yang diterapkan pada lapisan jaringan dalam DARPA Reference Model dan tidak memiliki relasi yang langsung dengan alamat yang digunakan pada lapisan antarmuka jaringan dalam DARPA Reference Model. Sebagai contoh, alamat unicast dapat ditetapkan ke sebuah host dengan antarmuka jaringan dengan teknologi Ethernet, yang memiliki alamat MAC sepanjang 48-bit.

Alamat unicast inilah yang harus digunakan oleh semua host TCP/IP agar dapat saling terhubung. Komponen alamat ini terbagi menjadi dua jenis, yakni alamat host (host identifier) dan alamat jaringan (network identifier).

Alamat unicast menggunakan kelas A, B, dan C dari kelas-kelas alamat IP yang telah disebutkan sebelumnya, sehingga ruang alamatnya adalah dari 1.x.y.z hingga 223.x.y.z. Sebuah alamat unicast dibedakan dengan alamat lainnya dengan menggunakan skema subnet mask.

Jenis-jenis alamat unicast
Jika ada sebuah intranet tidak yang terkoneksi ke Internet, semua alamat IP dalam ruangan kelas alamat unicast dapat digunakan. Jika koneksi dilakukan secara langsung (dengan menggunakan teknik routing) atau secara tidak langsung (dengan menggunakan proxy server), maka ada dua jenis alamat yang dapat digunakan di dalam Internet, yaitu public address (alamat publik) dan private address (alamat pribadi).

Alamat publik
alamat publik adalah alamat-alamat yang telah ditetapkan oleh InterNIC dan berisi beberapa buah network identifier yang telah dijamin unik (artinya, tidak ada dua host yang menggunakan alamat yang sama) jika intranet tersebut telah terhubung ke Internet.

Ketika beberapa alamat publik telah ditetapkan, maka beberapa rute dapat diprogram ke dalam sebuah router sehingga lalu lintas data yang menuju alamat publik tersebut dapat mencapai lokasinya. Di Internet, lalu lintas ke sebuah alamat publik tujuan dapat dicapai, selama masih terkoneksi dengan Internet.

Alamat ilegal
Intranet-intranet pribadi yang tidak memiliki kemauan untuk mengoneksikan intranetnya ke Internet dapat memilih alamat apapun yang mereka mau, meskipun menggunakan alamat publik yang telah ditetapkan oleh InterNIC. Jika sebuah organisasi selanjutnya memutuskan untuk menghubungkan intranetnya ke Internet, skema alamat yang digunakannya mungkin dapat mengandung alamat-alamat yang mungkin telah ditetapkan oleh InterNIC atau organisasi lainnya. Alamat-alamat tersebut dapat menjadi konflik antara satu dan lainnya, sehingga disebut juga dengan illegal address, yang tidak dapat dihubungi oleh host lainnya.

Alamat Privat
Setiap node IP membutuhkan sebuah alamat IP yang secara global unik terhadap Internetwork IP. Pada kasus Internet, setiap node di dalam sebuah jaringan yang terhubung ke Internet akan membutuhkan sebuah alamat yang unik secara global terhadap Internet. Karena perkembangan Internet yang sangat amat pesat, organisasi-organisasi yang menghubungkan intranet miliknya ke Internet membutuhkan sebuah alamat publik untuk setiap node di dalam intranet miliknya tersebut. Tentu saja, hal ini akan membutuhkan sebuah alamat publik yang unik secara global.

Ketika menganalisis kebutuhan pengalamatan yang dibutuhkan oleh sebuah organisasi, para desainer Internet memiliki pemikiran yaitu bagi kebanyakan organisasi, kebanyakan host di dalam intranet organisasi tersebut tidak harus terhubung secara langsung ke Internet. Host-host yang membutuhkan sekumpulan layanan Internet, seperti halnya akses terhadap web atau e-mail, biasanya mengakses layanan Internet tersebut melalui gateway yang berjalan di atas lapisan aplikasi seperti proxy server atau e-mail server. Hasilnya, kebanyakan organisasi hanya membutuhkan alamat publik dalam jumlah sedikit saja yang nantinya digunakan oleh node-node tersebut (hanya untuk proxy, router, firewall, atau translator alamat jaringan) yang terhubung secara langsung ke Internet.

Untuk host-host di dalam sebuah organisasi yang tidak membutuhkan akses langsung ke Internet, alamat-alamat IP yang bukan duplikat dari alamat publik yang telah ditetapkan mutlak dibutuhkan. Untuk mengatasi masalah pengalamatan ini, para desainer Internet mereservasikan sebagian ruangan alamat IP dan menyebut bagian tersebut sebagai ruangan alamat pribadi. Sebuah alamat IP yang berada di dalam ruangan alamat pribadi tidak akan digunakan sebagai sebuah alamat publik. Alamat IP yang berada di dalam ruangan alamat pribadi dikenal juga dengan alamat pribadi atau Private Address. Karena di antara ruangan alamat publik dan ruangan alamat pribadi tidak saling melakukan overlapping, maka alamat pribadi tidak akan menduplikasi alamat publik, dan tidak pula sebaliknya. Sebuah jaringan yang menggunakan alamat IP privat disebut juga dengan jaringan privat atau private network.

Ruangan alamat pribadi yang ditentukan di dalam RFC 1918 didefinisikan di dalam tiga blok alamat berikut:

  • 10.0.0.0/8
  • 172.16.0.0/12
  • 192.168.0.0/16

Sementara itu ada juga sebuah ruang alamat yang digunakan untuk alamat IP privat dalam beberapa sistem operasi:

  • 169.254.0.0/16

10.0.0.0/8
Jaringan pribadi (private network) 10.0.0.0/8 merupakan sebuah network identifier kelas A yang mengizinkan alamat IP yang valid dari 10.0.0.1 hingga 10.255.255.254. Jaringan pribadi 10.0.0.0/8 memiliki 24 bit host yang dapat digunakan untuk skema subnetting di dalam sebuah organisasi privat.

172.16.0.0/12
Jaringan pribadi 172.16.0.0/12 dapat diinterpretasikan sebagai sebuah block dari 16 network identifier kelas B atau sebagai sebuah ruangan alamat yang memiliki 20 bit yang dapat ditetapkan sebagai host identifier, yang dapat digunakan dengan menggunakan skema subnetting di dalam sebuah organisasi privat. Alamat jaringan privat 172.16.0.0/12 mengizinkan alamat-alamat IP yang valid dari 172.16.0.1 hingga 172.31.255.254.

192.168.0.0/16
Jaringan pribadi 192.168.0.0/16 dapat diinterpretasikan sebagai sebuah block dari 256 network identifier kelas C atau sebagai sebuah ruangan alamat yang memiliki 16 bit yang dapat ditetapkan sebagai host identifier yang dapat digunakan dengan menggunakan skema subnetting apapun di dalam sebuah organisasi privat. Alamat jaringan privat 192.168.0.0/16 dapat mendukung alamat-alamat IP yang valid dari 192.168.0.1 hingga 192.168.255.254.

169.254.0.0/16
Alamat jaringan ini dapat digunakan sebagai alamat privat karena memang IANA mengalokasikan untuk tidak menggunakannya. Alamat IP yang mungkin dalam ruang alamat ini adalah 169.254.0.1 hingga 169.254.255.254, dengan alamat subnet mask 255.255.0.0. Alamat ini digunakan sebagai alamat IP privat otomatis (dalam Windows, disebut dengan Automatic Private Internet Protocol Addressing (APIPA)).

Hasil dari penggunaan alamat-alamat privat ini oleh banyak organisasi adalah menghindari kehabisan dari alamat publik, mengingat pertumbuhan Internet yang sangat pesat.

Alamat Multicast
Alamat IP Multicast (Multicast IP Address) adalah alamat yang digunakan untuk menyampaikan satu paket kepada banyak penerima. Dalam sebuah intranet yang memiliki alamat multicast IPv4, sebuah paket yang ditujukan ke sebuah alamat multicast akan diteruskan oleh router ke subjaringan di mana terdapat host-host yang sedang berada dalam kondisi "listening" terhadap lalu lintas jaringan yang dikirimkan ke alamat multicast tersebut. Dengan cara ini, alamat multicast pun menjadi cara yang efisien untuk mengirimkan paket data dari satu sumber ke beberapa tujuan untuk beberapa jenis komunikasi. Alamat multicast didefinisikan dalam RFC 1112.

Alamat-alamat multicast IPv4 didefinisikan dalam ruang alamat kelas D, yakni 224.0.0.0/4, yang berkisar dari 224.0.0.0 hingga 224.255.255.255. Prefiks alamat 224.0.0.0/24 (dari alamat 224.0.0.0 hingga 224.0.0.255) tidak dapat digunakan karena dicadangkan untuk digunakan oleh lalu lintas multicast dalam subnet lokal.

Daftar alamat multicast yang ditetapkan oleh IANA dapat dilihat pada situs IANA.

Alamat Broadcast
Alamat broadcast untuk IP versi 4 digunakan untuk menyampaikan paket-paket data "satu-untuk-semua". Jika sebuah host pengirim yang hendak mengirimkan paket data dengan tujuan alamat broadcast, maka semua node yang terdapat di dalam segmen jaringan tersebut akan menerima paket tersebut dan memprosesnya. Berbeda dengan alamat IP unicast atau alamat IP multicast, alamat IP broadcast hanya dapat digunakan sebagai alamat tujuan saja, sehingga tidak dapat digunakan sebagai alamat sumber.

Ada empat buah jenis alamat IP broadcast, yakni network broadcast, subnet broadcast, all-subnets-directed broadcast, dan Limited Broadcast. Untuk setiap jenis alamat broadcast tersebut, paket IP broadcast akan dialamatkan kepada lapisan antarmuka jaringan dengan menggunakan alamat broadcast yang dimiliki oleh teknologi antarmuka jaringan yang digunakan. Sebagai contoh, untuk jaringan Ethernet dan Token Ring, semua paket broadcast IP akan dikirimkan ke alamat broadcast Ethernet dan Token Ring, yakni 0xFF-FF-FF-FF-FF-FF.


Sumber : Internet

Senin, 03 Februari 2020

Daftar Judul Laporan Magang TP 2019 2020

selamat siang dan salam sejahtera untuk kita semua. terimakasih kepada siswa/i kami yang sudah mengirimkan judul laporan magang secara online. dibawah ini adalah daftar siswa/i yang sudah mengirimkan judul laporan, dan bagi yang belum mengirimkan laporan magang, harap menghubungi Guru Pembimbing masing-masing agar dapat mengajukan ulang Judul. 





Bagi seluruh siswa/i TKJ wajib masuk ke Group Facebook TKJ, karena semua informasi di kirimkan melalui Group tersebut. mohon perhatian dan kerjasamanya.

ttd
KaProdi TKJ

Senin, 20 Januari 2020

Ringkasan Materi 2.1 DASAR JARINGAN

1. Pengertian  Jaringan  Komputer
Jaringan  komputer  adalah  sebuah  sistem  yang  terdiri  atas  komputer-komputer  yang  dirancang  untuk  dapat  berbagi  sumber  daya,  berkomunikasi,  dan  dapat  mengakses  informasi.  Dalam  peranannya  jaringan  komputer  berfungsi  sebagai  pemberi  layanan  agar  mendapatkan  sebuah  tujuan  yang  di  inginkan.  Pihak  yang  menerima  atau  meminta  layanan  disebut  client,  sedangkan  pihak  penyedia  atau  memberikan  layanan  disebut  server.  Dalam  pengertian  jaringan  komputer  terbagi  dalam  beberapa  jenis  sesuai  dengan  masing-masing  fungsinya.

2. Jenis-Jenis Jaringan
2.1 Jaringan  Berdasarkan  Hubungan  Fungsional
2.1.1 Jaringan  Peer  to  Peer
Kedudukan  setiap  komputer  yang  terhubung  dalam  jaringan  adalah  sama.  Tidak ada komputer  yang  menjadi  pelayan  utama  (server).  Sehingga  semua  komputer dalam  jaringan dapat  saling  berkomunikasi  dan  berbagi  penggunaan  perangkat keras  dan  perangkat  lunak.

2.1.2 Jaringan  Client  Server
Pada  jaringan  client-server  terdapat  sebuah  komputer  yang  mengatur  semua  fasilitas  yang tersedia  dalam  jaringan  komputer,  seperti  komunikasi,  penggunaan  bersama  perangkat keras  dan  perangkat  lunak  serta  mengontrol  jaringan.  Komputer  ini  dinamakan  server. Semua  komputer  lain  selain  server  disebut  client.


3. Jaringan  Berdasarkan  Area  Jaringan
3.1 Local  Area  Network  (LAN)
LAN  adalah  singkatan  dari  lokal  area  network.  Jenis  jaringan  LAN  ini  sangat  sering  kita  temui  di  warnet-warnet,  kampus,  sekolah  ataupun  perkantoran  yang  membutuhkan  hubungan  atau  koneksi  antara  dua  komputer  atau  lebih  dalam  suatu  ruangan.

3.2 Metropolitan  Area  Network  (MAN)
MAN  singkatan  dari  metropolitan  area  network.  Jenis  jaringan  komputer  MAN  ini  adalah  suatu  jaringan  komputer  dalam  suatu  kota  dengan  transfer  data  berkecepatan  tinggi  yang  menghubungkan  suatu  lokasi  seperti  sekolah,  kampus, perkantoran  dan  pemerintahan.  Sebenarnya  jaringan  MAN  ini  adalah  gabungan dari  beberapa  jaringan  LAN.  Jangkauan  dari  jaringan  MAN  ini  bisa  mencapai  10 -50  kilo  meter
3.3 Wide  Area  Network  (WAN)
WAN  singkatan  dari  wide  area  network.  WAN  adalah  jenis  jaringan  komputer yang  mencakup  area  yang  cukup  besar.  Contohnya  adalah  jaringan  yang  menghubungkan  suatu  wilayah  atau  suatu  negara  dengan  negara  lainnya.


4. Jaringan  Berdasarkan  Metode  Koneksinya
4.1 Jaringan  Berkabel
Jaringan  yang  menggunakan  kabel  untuk menghubungkan  anggota-anggota Jaringan.
4.2 Jaringan  Nirkabel
Jaringan  yang  menggunakan  gelombang  radio  untuk  koneksi  antara anggota  jaringan.



MODUL 2.2 : KOMPUTER DAN JARINGAN DASAR ( TOPOLOGI DAN MEDIA JARINGAN KOMPUTER)

5. Topologi  Jaringan  Komputer
Topologi  jaringan  komputer  merupakan  diagram  yang  mewakili  cara  komputer  terhubung  dalam  jaringan.  Berikut  merupakan  macam-macam  topologi  jaringan  komputer,  yaitu  :


5.1 Star  Topology  (Topologi  Bintang)
Star  Topology  (Topologi  Bintang)  merupakan  sekumpulan  komputer  yang dihubungkan  dengan  komputer  yang  berada  pada  pusat  konfigurasi  yang  berbentuk bintang  yang  berperan  sebagai  pengontrol  komunikasi  dan  memberikan  layanan komputer  lain.

Keuntungan  Topologi  Star :
·  Paling  fleksibel.
·  Pemasangan/Perubahan  stasiun  sangat  mudah  dan  tidak  mengganggu bagian  jaringan lain
·  Kontrol  terpusat.
·  Kemudahan  deteksi  dan  isolasi  kesalahan/kerusakan  pengelolaan jaringan.

Kekurangan  Topologi  Star  :
·  Boros.
·  Perlu  penanganan  khusus.
·  Kontrol  terpusat  (HUB)  jadi  elemen  kritis.

5.2 Ring  Topology  (Topologi  Cincin)
Ring  Topology  (Topologi  Cincin)  merupakan  sekelompok  komputer  yang  saling terhubung  dan  membentuk  konfigurasi  cincin,  dimana  salah  satu  berperan  sebagai  server.


Keuntungan  Topology  Ring  :
·  Tidak  terjadinya  collision  atau  tabrakan  pengiriman  data  seperti  pada  topologi  Bus,  karena  hanya  satu  node  dapat  mengirimkan  data  pada  suatu  saat,  tingkat  kerumitan  jaringan  rendah  (sederhana),  juga  bila  ada  gangguan  atau  kerusakan  pada  suatu  sentral  maka  aliran  trafik  dapat  dilewatkan  pada  arah  lain  dalam  system.

Kekurangan  Topology  Ring  :
·  Dalam  setiap  node  dalam  jaringan  akan  selalu  ikut  serta mengelola  informasi  yang  dilewatkan  dalam  jaringan,  sehingga  bila  terdapat  gangguan  di  suatu  node  maka  seluruh  jaringan  akan  terganggu.

5.3 Bus  Topology  (Topologi  Bus)
Bus Topology (Topologi Bus) merupakan sekumpulan komputer  yang saling terhubung pada kabel khusus (bus), dimana salah satu komputer berperan sebagai server.

Keuntungan  Topologi  Bus  :
·  Hemat  kabel.
·  Layout  kabel  sederhana.
·  Pengembangan  jaringan  atau  penambahan  workstation  baru  dapat dilakukan  dengan mudah  tanpa  mengganggu  workstation  lain.

Kekurangan  Topologi  Bus  :
·  Deteksi  dan  isolasi  kesalahan  sangat  kecil.
·  Kepadatan  lalu  lintas  pada  jalur  utama.
·  Kelemahan  dari  topologi  ini  adalah  apabila  terdapat  gangguan  di
    sepanjang  kabel  pusat  maka  keseluruhan  jaringan  akan  mengalami
    gangguan.

5.4 Tree Topology (Topologi Pohon)
Tree Topology (Topologi Pohon) merupakan kombinasi karakteristik antara topologi bintang dan topologi bus. Topologi ini terdiri atas kumpulan topologi bintang yang dihubungkan dalam satu topologi bus sebagai jalur tulang punggung atau backbone. Komputer-komputer dihubungkan ke hub,  sedangkan hub lain dihubungkan sebagai jalur tulang punggung.

Topologi  jaringan  ini  disebut  juga  sebagai  topologi  jaringan  bertingkat,  topologi  ini  biasanya  digunakan  untuk  interkoneksi  antar  sentral  dengan  hirarki  yang  berbeda.  Untuk  hirarki  yang  lebih  rendah  digambarkan  pada  lokasi  yang  rendah  dan  semakin  keatas  mempunyai  hirarki  semakin tinggi.  Topologi  jaringan  jenis  ini  cocok  digunakan  pada  sistem  jaringan  komputer.

Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul atau node. Pusat atau simpul yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain yang lebih rendah tingkatannya. Data yang dikirim perlu melalui simpul pusat terlebih dahulu. Misalnya untuk bergerak dari komputer dengan node-3 ke komputer node-7 seperti halnya pada gambar, data yang ada harus melewati node-3, 5 dan node-6 sebelum berakhir pada node-7.

Keuntungan  Tree  Topology  :
·  Dapat  terbentuknya  suatu  kelompok  yang  dibutuhkan  pada  setiap  saat.  Sebagai  contoh,  perusahaan  dapat  membentuk  kelompok  yang  terdiri  atas  terminal  pembukuan,  serta  pada  kelompok  lain  dibentuk  untuk  terminal  penjualan.


Kekurangan  Tree  Topology  :
·  Apabila  simpul  yang  lebih  tinggi  kemudian  tidak  berfungsi,  maka  kelompok  lainnya  yang  berada  dibawahnya  akhirnya  juga  menjadi  tidak  efektif.

5.5 Mesh  Topologi  (Topologi  Mesh)
Topologi mesh adalah suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links).

Keuntungan Topologi Mesh :
  • Hubungan dedicated links menjamin data langsung dikirimkan ke komputer tujuan tanpa harus melalui komputer lainnya sehingga dapat lebih cepat karena satu link digunakan khusus untuk berkomunikasi dengan komputer yang dituju saja (tidak digunakan secara beramai-ramai/sharing).
  • Memiliki sifat Robust, yaitu apabila terjadi gangguan pada koneksi komputer A dengan komputer B karena rusaknya kabel koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan tersebut tidak akan mepengaruhi koneksi komputer A dengan komputer lainnya.
  • Privacy dan security pada topologi mesh lebih terjamin, karena komunikasi yang terjadi antara dua komputer tidak akan mempengaruhi koneksi komputer A dengan komputer lainnya.
  • Memudahkan proses identifikasi permasalahan pada saat terjadi kerusakan koneksi antar komputer.


Kekurangan Topologi Mesh :
  • Membutuhkan banyak kabel dan port I/O. Semakin banyak komputer di dalam topologi mesh maka diperlukan semakin banyak kabel links dan port I/O.
  • Hal tersebut sekaligus juga mengindikasikan bahwa topologi jenis ini rumit karena setiap komputer harus terkoneksi secara langsung dengan komputer lainnya maka instalasi dan konfigurasi menjadi lebih sulit.
  • Banyaknya kabel yang digunakan juga mengisyaratkan perlunya space yang memungkinkan di dalam ruangan tempat komputer-komputer tersebut berada.

5.6 Topologi Hybird
Pengertian Topologi Hybrid adalah Kombinasi dari dua atau lebih topologi berbeda berpadu menjadi satu bentuk baru pada sistem jaringan komputer. Bila topologi berbeda terhubung ke satu sama lainnya dan tidak menampilkan satu karakteristik topologi tertentu maka bentuk desain jaringan ini disebut topologi jaringan hybrid.

Kelebihan Topologi Hybrid
  • Salah satu keuntungan yang menonjol topologi hybrid adalah fleksibilitas. Topologi jaringan hybrid dirancang sedemikiana rupa sehingga dapat diterapkan untuk sejumlah lingkungan jaringan yang berbeda.
  • Hybrid mengkimbinasikan konfigurasi yang berbeda tapi dapat bekerja dengan sempurna untuk jumlah lalu lintas jaringan yang berbeda.
  • Menambahkan koneksi perifer lain cukup mudah, seperti node baru dan/atau periferal dapat terhubung antar topologi berbeda
  • Dibandingkan dengan jenis topologi komputer lainya, topologi ini terpercaya. Memiliki toleransi kesalahan yang lebih baik. ketika sejumlah topologi berbeda terhubung ke satu sama lain
  • Ketika link tertentu dalam jaringan komputer mengalami gangguan, tidak menghambat kerja dari jaringan lainnya.
  • Jenis topologi dapat dikombinasikan dengan jenis-jenis topologi jaringan komputer lain tanpa harus membuat perubahan apapun pada  topologi yang telah ada.
  • Kecepatan topologi konsisten, seperti menggabungkan kekuatan dari masing-masing topologi dan menghilangkan kelemahannya. Oleh sebab itutopologi jaringan hybrid sangat efisien
  • Kelebihan topologi hybrid yang paling penting adalah mengabaikan kelemahan topologi berbeda yang terhubung dan hanya akan dipertimbangkan segi kekuatannya walaupun topologi jaringan hybridkelihatan sangat rumit tapi merupakan solusi  untuk perluasan jaringan tanpa harus merombak topologi jaringan yang teleh terbangun sebelumnya.

Kelemahan Topologi hybrid
  • Karena merupakan penggabungan beberapa bentuk menjadi topologi hybrid, maka pengelolaan topologi  akan menjadi lebih sulit.
  • Dari segi ekonomisnya jaringan hibrid sulit dipertahankan karena membutuhkan biaya yang lebih topologi tinggi dibandingkan dengan topologi jaringan yang murni dalam satu bentuk. Faktor biaya dapat dihubungkan dengan biaya penambahan hub dan Biaya pengkabelan yang meningkat untuk membangun bentuk topologi ini.
  • Instalasi dan konfigurasi dari topologi ini sulit karena ada topologi yang berbeda yang harus dihubungkan satu sama lainnya, pada saat yang sama harus dipastikan bahwa tidak satupun dari node dijaringan gagal berfungsi sehingga membuat instalasi dan konfigurasi topologi hybrid menjadi sangat sulit.

SUMBER : INTERNET

6. Media  Jaringan  Komputer
Jaringan komputer (jaringan) adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer -Media transmisi utama adalah komunikasi lewat satelit.

6.1 Jaringan  Komputer  Dengan  Media  Komputer
Kabel STP (Shielded Twisted Pair)&Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)

Kabel STP adalah bagian  dari  kabel  tembaga  yang  memiliki  dua  pembungkus  pada  masing-masing  kabelnya.  Pelindung  tersebut  terdapat  pada  setiap  pasang  kabelnya  yang  dilindungi  oleh  timah  dan  setiap  pasang kabel tersebut masing-masing dilapisi dengan pelindung. Kabel STP terdiri dari 4 jalinan yang erat dengan inci yang berbeda-beda pada tiap jenis STP. STP biasa digunakan bersamaan dengan konektor RJ-45 yang mampu mengirimkan data  lebih banyak dari LAN. Kabel UTP adalah sebuah jenis kabel jaringan yang menggunakan bahan dasar mentega tembaga, yang tidak dilengkapi dengan shield internal. UTP merupakan jenis kabel yang paling umum yang sering digunakan di dalam jaringan local (LAN), karena memang harganya yang rendah, fleksibel dan kinerja yang ditunjukkannya relative bagus. Dalam kabel UTP terdapat insulasi satu lapis yang melindungi kabel dari ketegangan fisik atau kerusakan tapi, tidak seperti STP insulasi tersebut tidak melindungi kabel dari interferensi elektromagnetik. Kabel UTP memiliki impendasi kira-kira 100 ohm dan tersedia dalam beberapa kategori yang ditentukan dari kemampuan transmisi data yang dimilikinya seperti gambar table berikut :

Kategory  1.
Kabel  UTP  Category  1  (Cat1)  adalah  kabel  UTP  dengan  kualitas  transmisi  terendah,  yang  di  desain  untuk  mendukung  komunikasi  suara  analog  saja.  Kabel  Cat1  digunakan  sebelum  tahun  1983  untuk  menghubungkan  telepon  analog  Plain  Old  Telephone  Service  (POTS).  Karakteristik  kelistrikan  dari  kabel  Cat1  membuatnya  kurang  sesuai  untuk  digunakan  sebagai  kabel  untuk  mentransmisikan  data  digital  di  dalam  jaringan  komputer,  dan  karena  itulah  tidak  pernah  digunakan  untuk  tujuan  tersebut.


Kategori  2.
Kabel  UTP  Category  2  (Cat2)  adalah  kabel  UTP  dengan  kualitas  transmisi  yang  lebih  baik  dibandingkan  dengan  kabel  UTP  Category  1  (Cat1),   yang  didesain  untuk  mendukung  komunikasi  data  dan  suara  digital.  Kabel  ini  dapat  mentransmisikan  data  hingga  4  megabit  per  detik.  Seringnya,  kabel  ini  digunakan  untuk  menghubungkan  node-node  dalam  jaringan  dengan  teknologi  Token  Ring  dari  IBM.  Karakteristik  kelistrikan  dari  kabel  Cat2  kurang  cocok  jika  digunakan  sebagai  kabel  jaringan  masa  kini.  Gunakanlah  kabel  yang  memiliki  kinerja  tinggi  seperti  Category  3,  Category  4,  atau  Category  5.


Kategori  3.
Kabel  UTP  Category  3  (Cat3)  adalah  kabel  UTP  dengan  kualitas  transmisi  yang  lebih  baik  dibandingkan  dengan  kabel  UTP  Category  2  (Cat2),  yang  didesain  untuk  mendukung  komunikasi  data  dan  suara  pada  kecepatan  hingga  10  megabit  per  detik.  Kabel  UTP  Cat3  menggunakan  kawat-kawat  tembaga  24-gauge  dalam  konfigurasi  4  pasang  kawat  yang  dipilin  (twisted-pair)  yang  dilindungi  oleh  insulasi.  Cat3  merupakan  kabel  yang  memiliki  kemampuan  terendah  (jika  dilihat  dari  perkembangan  teknologi  Ethernet),  karena  memang  hanya  mendukung  jaringan  10BaseT  saja.  Seringnya,  kabel  jenis  ini  digunakan  oleh  jaringan  IBM  Token  Ring  yang  berkecepatan  4  megabit  per  detik,  sebagai  pengganti  Cat2.


Kategori  4.
Kabel  UTP  Category  4  (Cat4)  adalah  kabel  UTP  dengan  kualitas  transmisi  yang  lebih  baik  dibandingkan  dengan  kabel  UTP  Category  3  (Cat3),  yang  didesain  untuk  mendukung  komunikasi  data  dan  suara  hingga  kecepatan  16  megabit  per  detik.  Kabel  ini  menggunakan  kawat  tembaga  22-gauge  atau  24-gauge  dalam  konfigurasi  empat  pasang  kawat  yang  dipilin  (twisted  pair)  yang  dilindungi  oleh  insulasi.  Kabel  ini  dapat  mendukung  jaringan  Ethernet  10BaseT,  tapi  seringnya  digunakan  pada  jaringan  IBM  Token  Ring  16  megabit  per  detik.


Kategori  5.
Kabel  UTP  Category  5  (Cat5)  adalah  kabel  dengan  kualitas  transmisi  yang  jauh  lebih  baik  dibandingkan  dengan  kabel  UTP  Category  4  (Cat4),  yang  didesain  untuk  mendukung  komunikasi  data  serta  suara  pada  kecepatan  hingga  100  megabit  per  detik.  Kabel  ini  menggunakan  kawat  tembaga  dalam  konfigurasi  empat  pasang  kawat  yang  dipilin  (twisted  pair) yang  dilindungi  oleh  insulasi.

Kabel  STP  adalah  bagian  dari  kabel  tembaga  yang  memiliki  dua  pembungkus  pada  masing-masing  kabelnya.  Pelindung  tersebut  terdapat  pada  setiap  pasang  kabelnya  yang  dilindungi  oleh  timah  dan  setiap  pasang  kabel  tersebut  masing-masing  dilapisi  dengan  pelindung.  Kabel  STP  terdiri  dari  4  jalinan  yang  erat  dengan  inci  yang  berbeda-beda  pada  tiap  jenis  STP.  STP  biasa  digunakan  bersamaan  dengan  konektor  RJ-45  yang  mampu  mengirimkan  data  lebih  banyak  dari  LAN. Cara  Pemasangan  Kabel  UTP,  terdapat  dua  jenis  pemasangan  kabel  UTP  yang  umum  digunakan  pada  jaringan  komputer  terutama  LAN,  yaitu  Straight  dan  Cross  Over.

6.2 Jenis Pemasangan Kabel UTP/STP
6.2.1 Kabel  Straight
Kabel  straight  merupakan  kabel  yang  memiliki  cara  pemasangan  yang  sama antara  ujung  satu  dengan  ujung  yang  lainnya.  Kabel  stright  digunakan  untuk menghubungkan  2  device  yang  berbeda.
Contoh  penggunaan  kabel  straight  adalah  sebagai  berikut  :

  1. Menghubungkan  antara  komputer  dengan  switch.
  2. Menghubungkan  komputer  dengan  LAN  pada  modem cable/DSL.
  3. Menghubungkan  router  dengan  LAN  pada  modem  cable/DSL.
  4. Menghubungkan  switch  ke  router.
  5. Menghubungkan  hub  ke  router.

Urutan  Kabel  Straight  :


6.2.2 Kabel  Cross  Over
Kabel  cross  over  merupakan  kabel  yang  memiliki  susunan  berbeda  antara  ujung  satu  dengan  ujung  dua.  Kabel  Cross  Over  digunakan  untuk  menghubungkan  2  device  yang  sama.
Contoh  penggunaan  kabel  cross  over  adalah  sebagai  berikut  :

  1. Menghubungkan  2  buah  Komputer  secara  langsung.
  2. Menghubungkan  2  buah  switch.
  3. Menghubungkan  2  buah  hub.
  4. Menghubungkan  switch  dengan  hub.
  5. Menghubungkan  komputer  dengan  router.

Urutan  kabel  Cross  Over  :

7. Cara  Krimping  Kabel  Straight  dan  Cross  Over
Untuk  membuat  sebuah  kabel  jaringan  menggunakan  kabel  UTP  ini  terdapat  beberapa  peralatan  yang  perlu  kita  siapkan,  yaitu  kabel  UTP,  Connector  RJ-45,  Crimping  tools  dan  RJ-45  LAN  Tester,  contoh  gambarnya  seperti  dibawah  ini  :
a. RJ-45

b. Crimping  Tool

c. Lan  Tester
d. Kabel  UTP / STP
7. Praktek  Membuat  Kabel  Straight

  1. Kupas  bagian  ujung  kabel  UTP,  kira-kira  2  cm.
  2. Buka  pilinan  kabel,  luruskan  dan  urutkan  kabel  sesuai  Standar  TIA/EIA 368B.
  3. Setelah  urutannya  sudah  sesuai  standar,  potong  dan  ratakan  ujung  kabel.
  4. Masukkan  kabel  yang  sudah  lurus  dan  sejajar  tersebut  ke  dalam  konektor RJ-45,  dan  pastikan  semua  kabel  posisinya  sudah  benar.
  5. Lakukan  Crimping  menggunakan  crimping  tool,  tekan  crimping  tool  dan pastikan  semua  pin  (kuningan)  pada  konektor  RJ-45  sudah  menggigit tiap-tiap  kabel.
  6. Setelah  selesai  pada  ujung  yang  satu,  lakukan  lagi  pada  ujung  yang  lain.
  7. Langkah  terakhir  adalah  mengecek  kabel  yang  sudah  kita  buat  tadi dengan  menggunakan  LAN  tester,  nyalakan  dan  pastikan  semua  lampu LED  menyala  sesuai  dengan  urutan  kabel  yang  kita  buat.


8. Kabel  Coaxial
Tampilan  fisik  kabel  ini  terdiri  dari  kawat  tembaga  sebagai  inti  yang  dilapisi  oleh  isolator  dalam,  lalu  dikelilingi  oleh  konduktor  luar  kemudian  dibungkus  dengan  bahan  semacam  PVC  sebagai  lapisan  isolator  paling  luar.  Untuk  penggunaan  kabel  coaxial  ini  sudah  jarang  digunakan  karena  pada  umumnya  orang  membangun  jaringan  komputer  dengan   kabel  twisted  pair.
9. Kabel  Fiber  Optic
Kabel  Fiber  optic  adalah  sebuah  kabel  yang  terbuat  dari  serat  kaca  dengan  teknologi  canggih  dan  mempunyai  kecepatan  transfer  data   yang  lebih  cepat  dari  pada  kabel  biasa,  biasanya  fiber  optic  digunakan  pada  jaringan  backbone  (Tulang  Punggung)  karena  dibutuhkan  kecepatan  yang  lebih  dalam  dari  jaringan  biasa  baik  LAN,  WAN  maupun  MAN  karena  dapat  memberikan  dampak  yang  lebih  pada  kecepatan  dan  bandwith  karena  fiber  optic  ini  menggunakan  bias  cahaya  untuk  mentransfer  data  yang  melewatinya  dan  sudah  barang  tentu  kecepatan  cahaya  tidak  diragukan  lagi  namun  untuk  membangun  jaringan  dengan  fiber  optic  dibutuhkan  biaya  yang  cukup  mahal  di  karenakan  dibutuhkan  alat  khusus  dalam  pembangunannya.

Minggu, 19 Januari 2020

MIKROTIK : Instalasi Mikrotik OS di Komputer Menggunakan Virtual Box


Jika anda membeli RouterBoard Mikrotik biasanya sudah langsung bisa digunakan tanpa perlu lagi melakukan instalasi RouterOS, tinggal memasukkan lisensi saja. Namun jika anda tidak ingin menggunakan RouterBoard atau hanya ingin menggunakan PC sebagai Mikrotik tentunya anda harus melakukan instalasi Mikrotik ke PC dulu. Nah, ada beberapa cara install Mikrotik ke PC. Mikrotik dapat di install di PC dengan menggunakan beberapa cara, yaitu:
  1. ISO Image: menggunakan Compact Disc (CD) instalasi. Silahkan download file berekstensi. ISO yang tersedia dan kamu harus “membakarnya” ke dalam media CD kosong.
  2. NetInstall; melalui jaringan komputer (LAN) dengan Satu Disket, atau menggunakan Ethernet yang mendukung proses menyalakan komputer (booting) komputer melalui Ethernet Card. NetInstall dapat dilakukan pada sistem operasi Windows 95/98/NT4/2000/XP.
  3. Mikrotik Disk Maker: membutuhkan beberapa buah disket ukuran 3,5″ yang nant inya akan disalin pada hard disk saat instalasi dilakukan. Dengan menggunakan tools FloppyMaker.exe.
Dari ketiga cara tersebut, cara pertama yang menggunakan CD ISO image yang paling populer dan paling banyak digunakan. Jadi kali ini kita akan membahas cara yang pertama dulu. Cara instalasi Mikrotik menggunakan ISO image memang cukup mudah dilakukan. Anda hanya perlu mendownload file ISO Mikrotik RouterOS, burn ke CD, boot ke CD itu dan install Mikrotik nya. Oke Sekarang kita akan mulai bahas cara install Mikrotik RouterOS di PC, silahkan simak cara berikut ini :
  • Download file ISO Mikrotik nya. Kalian bisa download disini http://Mikrotik.co.id/download.php dan Burn file ISO nya ke CD.
  • Masukkan cd Mikrotik ke dalam cd/dvd room.
  • Setting bios komputer anda, pada booting awal (first boot)nya adalah cd/dvd room anda.
  • Setelah di setting maka komputer anda akan booting pertama kali ke cd/dvd room anda. 
  • Jika berhasil maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini.
 


2.1.3 Instalasi RoutersOS pada VirtualBox
Disini kita menggunakan VirtualBox untuk menjalankan RouterOS Mikrotik secara virtual. Tujuannya adalah agar kita tetap bisa belajar dan oprek-oprek Mikrotik tanpa harus punya RouterBoard nya. Langsung saja, langkah-langkah nya sebagai berikut.
Langkah Instalasi :
  • 1) Langkah awal yang harus diambil adalah dengan double klik pada Icon Oracle VM VirtualBox

  • 2) Maka akan muncul tampilan awal pada Oracle VM VirtualBox seperti gambar dibawah ini yang siap untuk digunakan, lalu klik New kemudian akan muncul kotak dialog dan anda dapat mengisikan Name dengan nama Virtual Machine, disini saya mengisikan dengan nama “Mikrotik”. Lalu pilih Other untuk sistem operasinya dan pilih Other untuk versinya, jika sudah selesai pilih Next .






  • 3) Langkah selanjutnya, akan muncul kotak dialog untuk mengatur berapa besar RAM yang akan digunakan untuk mesin virtual kita. Saya disini mengalokasikan sekitar 64 MB, lalu klik Next

  • 4) VirtualBox menyediakan opsi untuk membuat hasrddisk baru atau menggunakan harddisk yang ada sebagai Disk Start-Up. Secara default, sudah diatur untuk membuat Harddisk baru. Maka biarkan saja secara default, lalu Next

 

  • 5) Pada kotak dialog selanjutnya, pilih VDI (Virtualbox Disk Image), lalu pilih Next


  • 6) Kemudian pada kotak dialog selanjutnya terdapat dua opsi untuk memilih ukuran Fixed size (ukuran tetap) atau Dynamically allocates (ukuran dinamis) yang dialokasikan sesuai kebutuhan anda, kalau saya memilih ukuran Dynamically alocated, lalu pilih Next



7) Pada kotak dialog berikutnya untuk mengatur ukuran Virtual Disk, namun secara default VirtualBox mengalokasikan ruang disk 2GB untuk sistem baru. Lalu pilih Create


8) Selanjutnya mesin Virtual siap digunakan, lalu pilih Setting. Maka akan muncul jendela, lalu pilih Storage dan klik pada Controller IDE , gambar Disk (empty) kemudian Add Master Mikrotik lalu klik pada gambar Disk dan pilih Choose a virtual CD/DVD disk file untuk mencari dimana lokasi master Mikrotiknya



Sebelum melakukan Instalasi RoutersOS terlebih dahulu esetting slot Ethernet pada Virtual
Mikrotik. Klik kanan pada Mikrotik lalu Settings :


Akan tampil seperti gambar di bawah, klik pada tab Network di sebelah kiri, lalu Setting Adapter 1 Sebagai NAT (sumber internet Mikrotik).




Selanjutnya pada Adapter 2, aktifkan dengan menceklist enable Network lalu ubah Attached
to Bridged Adapter dan sesuaikan adapter networknya ,




Pada Adapter 3 juga pilih Bridged Adapter dan pada Adapter 4 sebagai Hosts-only Adapter

(Agar dapat di akses oleh Winbox). Seperti pada gambar di bawah :




  • 9) Selanjutnya klik Start untuk memulai menginstalasi Mikrotiknya

  • 10) Kemudian akan muncul kotak dialog “Welcome to Mikrotik Router Software Installation”

  • 11) Lalu ketikkan “a” untuk memberikan tanda pada semua opsi yang disediakan



12) Setelah itu, untuk melanjutkan proses instalasi ketikkan “y”




13) Tunggu sebentar hingga proses instalasi selesai dilakukan


14) Jika proses sudah berhenti *jangan tekan Enter karena akan me-restart dari awal” , pilih Device → CD/DVD Devices → hilangkan tanda centang pada Mikrotik-5.20.iso





15) Kemudian pilih Machine → Reset



16) Maka muncul kotak dialog, berikan tanda centang pada “Do not show this message again” agar tidak ditampilkan pemberitahuan tersebut lagi. Lalu pilih Reset


17) Tunggu sampai muncul kotak dialog login, kemudian pada Mikrotik Login ketikkan Admin


18) Maka akan muncul tampilan awal pada Mikrotik
Lalu tekan enter, dan Mikrotik siap untuk digunakan J Selesai


Sekarang Mikrotik RouterOS nya sudah terinstall di PC anda. Namun Mikrotik nya hanya bisa digunakan selama 24 jam saja karena masih dalam masa trial. Untuk bias membuatnya full versi, perlu dilakukan registrasi lisensi dulu.